Semangat Muharram ” Meretas Generasi Mujahidah Inspirasi Kebangkitan Umat Islam”

web

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang masih memberikan waktu & kesempatan kepada kita untuk bermuhasabah, mengevaluasi segala amal yang kita kerjakan selama ini kemudian bertekad untuk terus berhijrah, berproses menuju pribadi yang lebih baik lagi pada saat ini, esok dan seterusnya hingga langkah berhasil menapak di surga-Nya.

Aula Mega Hall dipenuhi oleh seluruh santri SMP-SMA Al Izzah. Semua larut dalam muhasabah & gelora semangat hijrah yang disampaikan oleh Pembina LPMI Al Izzah, Ust. Ali Imron. Beliau menanamkan nilai-nilai untuk seluruh muslimah mujahidah “Al Izzah” ,

“ Tiga Konsep Hebat Meraih Sukses “ sebagaimana tiga fase yang telah diteladankan oleh Rasululullah SAW untuk mewujudkan kejayaan Islam.

Tiga konsep tersebut adalah:

1. Penanaman Nilai

Sebagaimana perjuangan Rasulullah SAW ketika mendakwahkan Islam di Mekkah, beliau mendapatkan ujian & tantangan yang luar biasa, namun berhasil membentuk kader tangguh pejuang Islam melalui penanaman nilai-nilai keislaman. Dalam jumlah yang sedikit, Rasulullah SAW beserta para sahabat & kaum muslimin lainnya, menguatkan iman & ketaatan kepada Allah SWT sehingga menjadi pribadi mujahid dengan nilai kekuatan yang sangat kokoh.

Godaan duniawi tidak sedikitpun mampu mengalihkan mereka dari perjuangan menyampaikan kebenaran Islam. Ketika Rasulullah SAW ditawari kekuasaan oleh kaum kafir  Quraisy, dengan tegas beliau menolak. “ Andai matahari di tangan kananku, atau rembulan di tangan kiriku, tak kan mampu merubah imanku. Aku akan tetap berjuang di jalan dakwah ini hingga meraih kemenangan atau aku mati syahid karenanya. “

Rasulullah SAW juga telah mengajarkan pada kita untuk senantiasa bersabar dalam perjuangan dakwah, mendidik generasi mujahid/mujahidah. Ketika beliau dalam keadaan yang sangat menderita karena siksaan kaum kafir & bersamaan di tengah ditinggalkan oleh orang yang selama ini menguatkan dakwah beliau yaitu Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib. Dalam keadaan Rasulullah SAW penuh penderitaan itu, malaikat Jibril menawarkan kepada Rasulullah SAW untuk berdo’a memohon agar Allah SWT menghancurkan penduduk Thaif yang ingkar pada seruan Rasulullah SAW.  Namun, dengan hati selapang samudera, Rasulullah SAW menjawab, ” tidak, jangan hancurkan mereka, tapi kita harus bersabar untuk terus menyeru pada mereka. Meskipun saat ini mereka belum bisa menerima seruanku, mungkin saja kelak akan diterima oleh anak cucu mereka. “

MasyaAllah.. betapa Rasulullah SAW sangat bersabar dalam mendidik umat. Maka, kita pun juga harus meneladani beliau dalam mendidik generasi penerus perjuangan dakwah Islam ini dengan penuh kesabaran, ketegaran dan kesungguhan.

2. Melakukan Hijrah

Hijrah adalah kebutuhan orang-orang yang beriman. Hijrah merupakan bagian tak terpisahkan dari iman. Konsekuensi iman akan selalu menuntunnya menuju nilai-nilai syariat Islam. Begitulah Rasulullah SAW berhijrah menuju Madinah untuk mempertahankan nilai-nilai tersebut.

Berkat kesabaran & ketangguhan Rasulullah SAW dalam dakwah Islam, Allah SWT menghibur beliau dalam peristiwa Isra’ Miraj. Bersama malaikat Jibril, Rasulullah SAW diperlihatkan tentang kenikmatan surga dan pedihnya siksa di neraka. Dalam peristiwa itu, Rasulullah SAW disampaikan perintah mengerjakan sholat dan juga seruan untuk berhijrah dari Makkah menuju ke tempat yang akan mendukung dakwah beliau, yaitu Madinatul Munawaroh (Madinah yang bercahaya).

Hingga akhirnya Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah dengan niat untuk mewujudkan kemenangan Islam. Bukti keberhasilan Rasulullah SAW dalam menanamkan nilai-nilai keimanan pada para sahabat, diantaranya adalah Ali bin Abi Thalib yang saat itu berusia belasan tahun telah berani mengambil resiko bertaruh nyawa untuk menggantikan Rasulullah SAW di tempat tidur beliau. Juga Abu Bakar ash Shiddiq yang selalu setia mendampingi Rasulullah SAW dalam perjuangan dakwah Islam.

3. Jihad (Berjuang Penuh Kesungguhan) Fi Sabilillah

Setelah hijrah ke Madinah, Islam Berjaya atas pertolongan Allah SWT melalui kekuatan kaum muhajirin dan anshor yang mendukung dakwah Rasulullah SAW. Perjuangan untuk mempertahankan kejayaan Islam terus dilakukan. Rasulullah SAW berperang sampai 90 kali selama 10 tahun dalam rangka mempertahankan kemuliaan Islam & kaum muslimin.

Bagaimana kondisi umat saat ini?

Betapa umat saat ini berada dalam kondisi sebagaimana yang pernah disabdakan Rasulullah SAW. Seperi buih di lautan. Banyak jumlahnya, namun terombang ambing tidak tentu arah. Mengapa?

  1. Cinta dunia, takut mati
  2. Suka berpesta, berfoya-foya, lupa pada kewajiban
  3. Enggan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar

Umat Islam saat ini terpuruk dalam kedzoliman kaum kafir. Generasi muda jauh dari masjid, jauh dari Al Qur’an, berenang dalam lautan kemaksiatan. Tenggelam dalam arus global yang bermuara pada kebodohan.

Lalu, Apa yang harus kita lakukan?

Jika mereka menyerang kita dengan pemikiran (kufur) maka kita harus bisa melawan mereka dengan pemikiran (Islam). Kita harus bersungguh-sungguh berjuang untuk menjadi mujahid/mujahidah tangguh dan mampu melahirkan generasi mujahid/mujahidah tangguh pula yang akan mewujudkan kebangkitan Islam. Wanita sebagai tiang Negara harus memiliki kepribadian Islam yang baik, sederhana dalam penampilan, mendalam dalam pemahaman syariat Islam, karena ketika seorang wanita menjadi hedonis/materialis, ia tidak akan fokus mendidik generasi. Seluruh santri Al Izzah hadir di kampus tercinta ini diharapkan dengan niat untuk menuntut ilmu sebagai bekal mendidik generasi Rabbani nan Qur’ani. Menempa diri agar memiliki ilmu dan mental yang kuat untuk mendidik anak-anak mujahidah fi sabilillah.

Semoga Allah menguatkan kita untuk senantiasa bermujahadah, generasi Qur’ani yang mampu menginspirasi umat. Terus bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Mampu melahirkan generasi seperti Muhammad al Fatih yang berhasil meraih kemenangan Islam dengan merobohkan benteng pertahanan Konstantinopel setelah berabad-abad lamanya tidak terkalahkan.

Mari kita terus berjuang bersungguh-sungguh untuk kemuliaan Islam & kaum muslimin. Hingga Rasululullah SAW bangga akan keberadaan kita, karena kita mampu mencerminkan identitas umat Islam sebagai umat yang terbaik.

“ Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Mengajak pada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah ..” QS. Ali Imron: 110

Mari menjadikan moment tahun baru hijriah ini untuk bermuhasabah & berhijrah untuk menjadi pribadi lebih baik, dalam rangka meraih keridhaan Allah SWT.

“ Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” QS. An Nisa’: 100

Sudah saatnya kita berhijrah, menuju kepribadian dan pemikiran Islam, menciptakan satu langkah awal untuk mewujudkan kejayaan peradaban Islam. Hijrah untuk berubah menjadi lebih baik lagi, agar kita menjadi orang-orang yang beruntung, selamat dunia akhirat, seperti sabda Rasulullah SAW: “ Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung, siapa yang hari ini keadaannya sama dengan hari kemarin maka dia merugi, dan siapa yang keadaannya hari ini lebih buruk dari kemarin, maka dia celaka.“ Predikat mana yang akan kita pilih? Orang yang beruntung, merugi ataukah celaka?

Sebagai muslim yang beriman kita harus yakin akan janji Allah untuk menyalakan dan menerangkan kembali cahaya Islam dalam kejayaan peradabannya. Firman Allah dalam QS. An Nur ayat 55 :

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Mari kita hadapi serangan pemikiran para musuh Islam dalam perang global saat ini dengan kekuatan aqidah Islam. Mari menjadi pejuang agama Allah yang tangguh. Menolong saudara kita di Palestina & di belahan bumi lainnya yang sedang didzolimi kaum kafir. Membantu mereka dengan mendakwahkan Islam ke seluruh dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “ Pada penghujung umatku, ada sekelompok orang yang pahala mereka seperti pahala Para Sahabat. Mereka menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, mereka berperang menghadapi ahli fitnah (orang-orang yang melakukan kerusuhan dan mengembangkan ajaran-ajaran sesat di tengah masyarakat).” (HR. Baihaqi & Imam Ahmad)

Tak inginkah kita menjadi salah seorang pejuang tegaknya peradaban Islam?! Menjadi penyulut cahaya terbitnya fajar kejayaan Islam? Wahai generasi muda muslim, mari perbanyak bekal untuk berhijrah di jalan Allah. (weta)