ANINDYA CLARASANTY

ANINDYA CLARASANTY

Semangat Menebar Kebaikan di Manapun Berada

“ Saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak, terus menebar kebaikan di manapun berada” begitulah harapan ananda dalam hidup ini.

Santri kelahiran Sidoarjo, 25 Juni 2003 dari pasangan M. Saiful Kurniadi dan Siti Kadaryati ini juga telah menorehkan prestasi di bidang sains seperti; Juara 2 Olimpiade MIPA se Malang Raya dan Juara 2 Olimpiade Fisika se Jawa Timur.

Selain itu waktu SD dulu ananda juga menjadi juara 2 Try Out UN se Surabaya-Sidoarjo. Ternyata, di samping prestasi dunia yang telah Allah karuniakan kepadanya, ananda juga bersemangat mencetak prestasi akhirat untuk mendapat piala di sisi-Nya.

 

Ananda Nindya memiliki kesadaran amar ma’ruf nahi mungkar terhadap saudara-saudaranya, senang mengingatkan teman-temannya ketika salah. Berusaha untuk menjaga sholat sunnah, senang bersedekah, tawadhu’ kepada ustad-ustadzah, tidak senang berbicara yang tidak perlu ( lebih baik diam ) dan selalu berusaha tersenyum dalam segala kondisi. “ Karena tersenyum kepada saudara kita termasuk shodaqoh” demikian pesan ananda.

Selama di Al Izzah ananda banyak mendapat pengalaman & pelajaran. Belajar dari semua orang, semua anggota keluarga Al Izzah, tidak hanya ustad-ustadzah, ananda banyak belajar pula dari teman-temannya. Saling menasehati satu dengan yang lain, saling menguatkan dan menyemangati untuk terus berjuang menuntut ilmu serta meningkatkan kualitas ketaatan di hadapan Allah SWT.

“ Saya sering melihat beberapa santri Al Izzah yang belum bisa menjaga lisannya/suaranya, masih senang membuat gaduh bahkan di rumah Allah (masjid) meskipun telah diingatkan berulangkali oleh ustadzah. Melihat fenomena ini, saya mencambuk diri saya untuk terus istiqomah menjaga sikap & akhlak saya di manapun saya berada, berusaha untuk menerapkan apa-apa yang dinasehatkan kepada kami, saya ingin menjadi teladan kebaikan lalu terus beramar ma’ruf nahi mungkar mengajak teman-teman saya untuk memperbaiki diri. Meskipun tidak semua bisa menerima ajakan saya. Berdakwah memang tidak mudah. Namun, saya akan selalu mengingat perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam mendakwahkan Islam, meskipun menghadapi banyak ujian, tetapi beliau tidak pernah menyerah justru semakin bersemangat. Bismillah.. saya akan berusaha menjadi pejuang dakwah sejati penerus perjuangan beliau. Janganlah berputus asa, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini apabila Allah telah membantu kita dalam perjuangan mengajak kebaikan. Di kampus tercinta Al Izzah ini, saya dididik untuk menjadi mujahidah sejati pejuang agama Allah” Demikianlah semangat ananda mengajak kita semua untuk terus menebar manfaat, mengajak pada kebaikan & menjauhi kemungkaran. Semoga Allah SWT memudahkan dan menguatkan langkah ananda menjadi mujahidah sejati. (weta)