Aturan Perijinan Santri

 

perijinan

ATURAN PERIZINAN DAN KESEKRETARIAT

1. Santri diperkenankan mempergunakan perizinan keluar sampai menginap/pulang sesuai ketentuan sebagai berikut:

  • Keluarga meninggal dunia : Kakek, nenek, ayah, ibu, kakak kandung, adik kandung, kakak dan adik kandung dari ayah dan ibu (paman/bibi)
  • Keluarga sakit keras : Kakek, nenek, ayah, ibu, kakak kandung, adik kandung, kakak dan adik kandung dari ayah dan ibu (paman/bibi)
  • Keluarga haji (berangkat dan atau datang) : Kakek, nenek, ayah, ibu, kakak kandung, adik kandung, kakak dan adik kandung dari ayah dan ibu (paman/bibi)
  • Keluarga menikah: Ayah, ibu, kakak kandung, kakak dan adik kandung dari ayah dan ibu (paman/bibi)
  • Santri dalam keadaan sakit yang tidak memungkinkan ditangani tim medis lembaga dan direkomendasikan untuk pulang/checkup di luar dengan mendapatkan rekomendasi dari tim medis lembaga.
  • Santri dalam keadaan tidak stabil secara psikologis dengan mendapatkan izin/rekomendasi dari tim BK dan murobbiyah/coordinator pengasuh.

2. Perizinan umroh hanya diperbolehkan di waktu libur kenaikan kelas dan libur puasa.
3. Saat penerimaan rapor santri tidak diizinkan untuk mengambil sebelum jadwal yang telah ditentukan.
4. Saat kedatangan, santri harus datang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
5. Sekolah berhak tidak memberikan izin dan atau membatalkan izin yang telah diberikan karena situasi kondisi yang tidak mengharuskan santri untuk pulang karena ada agenda kegiatan yang penting untuk diikuti santri.
6. Wali santri tidak diperkenankan datang menjemput sebelum mendapat kepastian izin dari pihak lembaga.
7. Kunjungan hari ahad harus membawa “Visiting Card”
8. Santri yang tidak disiplin atau tidak sesuai dengan aturan akan dikenai sanksi sebagai berikut:

  •    Pengurangan jatah pulsa 50 point
  •    Tidak mendapatkan jatah kunjungan untuk bulan berikutnya.

Catatan: Jatah menginap/pulang sudah tidak diberlakukan lagi mulai surat ini diedarkan.

Download Form Perijinan DISINI