LOGIN FORM

Untuk Mengakses Sistem Administrasi & Akademik

SDM Orang Tua

 

Author Archives

Gebyar Brawijaya Qur’ani

8 Maret 2014 by Al-Izzah in Berita

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Pada tengah bulan februari, santriwati Al Izzah kembali mengukir prestasi nasional di bidang keagamaan pada event Gebyar Brawijaya Qur’ani yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya, Malang.

Gebyar Brawijaya Qur’ani (GBQ) merupakan serangkaian acara yang berisikan berbagai kompetisi terkait dengan Al-Qur’an yang diselenggarakaan oleh unit Kegiatan Mahasiswa Seni Religi Universitas Brawijaya Malang. Tema kegiatan dari event Gebyar Brawijaya Qur’ani ini adalah “Mengembangkan Karakter Pelajar Berjiwa Qur’ani.” Event ini diselenggarakan pada 14-16 Februari 2014 di Universitas Brawijaya, Malang.

Sejumlah santri yang turut berpartisipasi dalam acara ini adalah :

1. Miftach Khairunnisa kelas XI IPA 1

2. Nabiilah Annisa Firdausi kelas XI IPA 2

3. Nadhira Azharina Firdaus kelas XI IPS

4. Yomanindi Fauziah Urbach kelas XI IPS

Mereka berhasil masuk ke babak 15 besar dan akhirnya merebut juara harapan 3. Tema yang diambil pada kesempatan kali ini yaitu, “ Pentingnya Pendidikan Sejarah Islam Sebagai Solusi dalam Merekonstruksi Pendidikan Karakter Ummat “.

INFORMASI KALENDER AKADEMIK SMP-SMA AL-IZZAH 2014-2015

4 Maret 2014 by Al-Izzah in Kalender akademik

Assalamu’alaikum

BERIKUT KAMI INFORMASIKAN  KALENDER AKADEMIK SMP-SMA AL-IZZAH 2014-2015

 

Mading ‘Lezat’ ala SMA Al-Izzah

3 Maret 2014 by Al-Izzah in Berita

Malang POS, MALANG- Selasa (25/02/14) aula Skodam Brawijaya terlihat penuh sesak oleh para pelajar SMP/SMA sederajat se-Malang raya. Bagaimana tidak, M-Teens School Competition 2014 (MSC 14) yang digelar M-Teens Malang Post mampu menarik ribuan peserta dan penonton. Cukup banyak lomba yang menjadi prioritas, yaitu Mading 3D, Dance, Jurnalistik, Fotografi, Modeling, Ranking 1 dan masih banyak lagi. Namun, mading dengan tema My Favourite Movie yang diikuti oleh total 34 tim ini tampak lebih dominan.  Salah satunya yang terlihat paling unik adalah mading milik SMA Al-Izzah Batu.

Mading bertema film Wreck It Ralph ini dikerjakan selama lima hari oleh ketujuh anggotanya. Aminatul, salah satu anggota menyatakan alasan mereka mengikuti MSC14. “Ya, untuk mencari pengalaman,” katanya.
Selain itu, kali ini adalah pertama kalinya mereka mengikuti lomba mading. Saat menengok mading mereka, terlihat jelas keunikannya yang amat mencolok. Ya, ide kreatif ini mereka salurkan dengan menaruh makanan sebagai hiasan mading. Makanan yang dipasang ada jelly, permen, kopi susu dan beberapa kue lain. Bahkan pengunjung pun boleh dengan leluasa mencicipinya. Saat disinggung tentang risiko mading ‘makanan’ ini, Aminatul hanya tertawa. “Iya, nggak apa-apa. Soalnya, makanannya kan sederhana semua. Nggak mahal. Jadi nggak takut mubazir,” ujar remaja kelas X ini.
Persiapan yang mereka lakukan pun tidak muluk-muluk, bahkan dana yang dihabiskan tidak terlalu banyak. Mereka hanya perlu menyiapkan bahan-bahan mading, artikel dan yang paling penting adalah mental.  MSC 2014 yang diadakan sejak 25 sampai 27 Februari ini ternyata sekaligus juga untuk merayakan HUT ke-5 M-Teens.  Kedatangan tamu istimewa, Walikota Malang Abah Anton dan para Rektor perguruan tinggi membuat semangat anggota tim mading makin membuncah. Tak ubahnya, ajang ini adalah ajang untuk memperkenalkan kreativitas SMP/SMA di Malang kepada masyarakat yang tampak berdecak kagum dengan mading-mading yang dipamerkan.

Setelah diumumkan hasil keseluruhan lomba, alhamdulillah SMA Al-Izzah mendapat juara ke-4 pada lomba Mading 3D, dan juara ke-5 pada lomba foto jurnalistik.

Selamat untuk kalian, semoga dapat menjadi motifasi untuk adik-adik kelas dan teman-teman kalian di al-izzah.

mading 4

mading 3

mading 2

mading

Torehan Prestasi Santri Al-Izzah

26 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita, kegiatan siswa

matematikaAssalamu’alaikum Wr. Wb.

Olimpiade Sains Nasional kembali digelar oleh salah satu universitas di Malang. Al-izzah mengirimkan 2 delegasi santri kelas 8 untuk mengikuti kategori lomba Sains yaitu bidang Matematika. Pelaksanaan babak penyisihan dimulai pukul 09.30 s/d 11.00 (1,5 jam). Ada 30 soal yang harus diselesaikan dalam olimpiade tersebut meliputi aljabar, teori bilangan, geometri, dan kombinatorika. Sistem penskorannya menggunakan sistem denda. Jika benar diberi skor +3, jika salah diberi skor -1, dan jika tidak dikerjakan diberi skor 0.

 

Kemampuan materi dan strategi pengerjaan soal sangat dibutuhkan untuk dapat lolos pada babak berikutnya. Alhamdulillah Ajeng Talita Gandari dapat melalui semua tahap hingga lolos ke babak final,  dengan mendapat juara III, Torehan prestasi ini ikut menyumbang gudang prestasi di Al-Izzah IIBS.

 

Selamat kepada Ajeng Talita Gandari, semoga dengan raihan prestasi ini dapat menambah ilmu yang bermanfaat bagi ananda dan teman-teman santri di al-izzah.

Hafidzah Pertama Santri SMP Al-Izzah

18 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

hafidzahAlhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, tuhan semesta alam.

Santri Al-Izzah International Islamic Boarding School Kembali Mengukir prestasi

Alhamdulillah pada hari senin kemarin bertambah lagi dua hafidzah yang berhasil menuntaskan hafalan sebanyak 30 juz Al-Quran. Mereka adalah Farida Rahmatika kelas XI IPA2 dan untuk yang pertama kali dari santri SMP Shafa Shafira VIII A. Apresiasi langsung diberikan oleh kepala sekolah SMA Ust. Maftuhin.  Dengan demikian sudah ada delapan santri SMA dan satu santri SMP yang telah menuntaskan hafalannya sebanyak 30 juz yang sebelumnya juga telah mendapatkan apresiasi serupa. Ini adalah wujud komitmen lembaga untuk selalu mewujudkan visi dan misi mendidik generasi muda yang Taqwa, Cerdas dan Mandiri.

Semoga pencapaian prestasi ini bisa menjadi motivasi tersendiri untuk yang lain pada umumnya, dan yang bersangkutan pada khususnya agar menjaga dan selalu memurajaah hafalan hingga dewasa kelak.

Selamat atas kalian duhai para pewaris Nabi Muhammad.

Ucapan terimakasih tak lupa kami sampaikan kepada para murabbiyah yang senantiasa tekun dan penuh kasih sayang dalam membimbing para santriwati hingga berhasil meraih prestasi ini.

Teruslah berkarya, teruslah menanam benih kebaikan. Sesuai janji Allah, tidak ada kebaikan sekecil biji atom pun kecuali menerima imbalan yang berlipat dari-Nya.

 

 

Pertukaran Pelajar Thailand – Indonesia

16 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

1Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, tuhan semesta alam.

Mengawali kalender akademik semester genap tahun ajaran 2013 – 2014, tepatnya awal Februari, tanggal 08 hingga tanggal 22, Al Izzah kembali membuka kerjasama akademik dengan instansi pendidikan.

Pada kesempatan kali ini, LPMI Al Izzah International Islamic Boarding School menerima kunjungan belajar atau yang diistilahkan dengan Student Exchange dari beberapa serikat sekolah dari Negeri Gajah Putih, Thailand.

Para peserta didik yang mengikuti kegiatan pembelajaran ini terdiri dari jenjang setara SMP kelas 7 dan 8 yang berjumlah 35 siswa, 17 putra dan 18 putri.

Tujuan diadakannya student exchange ini untuk bisa saling mempelajari budaya, sistem pembelajaran dan metode disiplin ilmu bahasa inggris yang berjalan di Sekolah SMP – SMA  Al Izzah.

Al-Izzah AMAN Pasca Meletusnya Gunung KELUD

14 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Gunung Kelud telah meletus Kamis (13/2) malam sekitar pukul 22.50 WIB. Dampak dari meletusnya gunung kelud mengakibatkan hujan abu di sekitar wilayah kediri dan sekitar kota batu, di al-izzah sendiri juga merasakan hujan abu, hingga pagi ini kondisi di al-izzah aman hujan abu hanya setebal 2mm, para santri pembelajaran sementara ditunda untuk bersama-sama membersihkan beberapa halaman, ruang kelas dan  lokasi yang terkena hujan abu. Para orang tua santri dimohon tidak panik dan resah, kondisi di al-izzah pasca meletusnya gunung kelud dinyatakan aman.

Rekrutmen Tenaga Kepengasuhan SMP-SMA Al-Izzah IIBS

12 Februari 2014 by Al-Izzah in Career at Al-Izzah

INFO KARIR

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga pendidik tahun ajaran 2014-2015. SMP dan SMA AL-IZZAH IIBS BATU membutuhkan tenaga pengasuh.

Kualifikasi Khusus:

1. Min. lulus S1 Menguasai dan mampu mengajarkan materi bahasa arab

2. Mampu menggunakan IT dalam KBM dan administrasi pembelajaran

3. Mampu berkomunikasi dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris , diutamakan memiliki pengalaman mengajar dan berorganisasi

4. Minimal hafal 15 Juzz  dan siap tinggal di asrama

Kelengkapan Administrasi:

Surat lamaran Curriculum vitae (1 lembar) Fotokopi ijazah, akta mengajar  dan transkrip nilai (1 lembar) Fotokopi sertifikat pelatihan/piagam penghargaan (jika ada) Pas foto berwarna 4×6 (1 lembar) Foto kopi kartu identitas (1 lembar) 

Berkas lamaran bisa dikirim lewat email, alizzahschool@gmail.com / VIA POS BAGIAN PSDM SMP-SMA AL-IZZAH IIBS BATU Jl. Indragiri Gg. Pangkur No. 78 Sumberejo Batu-Malang CP.Ust. Faqih, M.Pd.I 082131284491 / (0341) 590 363

How Islamic are Islamic Countries – Indonesia ke 140 dari 208 Negara

12 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

Sebuah penelitian sosial bertema ”How Islamic are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.

385498_2491596005294_1002457685_n

Professor Hossein Askari, The George Washington University

Adalah Professor Scheherazade S Rehman dan Professor Hossein Askari dari The George Washington University yang melakukan penelitian ini. Hasilnya dipublikasikan dalam Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010).

Pertanyaan dasarnya adalah Seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan mempengaruhi perilaku masyarakat Muslim dalam kehidupan bernegara dan sosial?

 

Ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dimaksud diambil dari Al Quran dan hadis, dikelompokkan menjadi lima aspek.

  • Ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia.
  • Sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial.
  • Sistem perundang-undangan dan pemerintahan.
  • Hak asasi manusia dan hak politik.
  • Ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim.

Setelah ditentukan indikatornya, lalu diproyeksikan untuk menimbang kualitas keberislaman di-negara-negara yang disurvey.  Ternyata,  56 negara Muslim yang menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI),  rata-rata berada di urutan ke-139 dari sebanyak 208 negara yang disurvei.

 

Pengalaman UIN Jakarta

Kesimpulan penelitian di atas tak jauh berbeda dari pengalaman dan pengakuan beberapa ustaz dan kiai sepulang dari Jepang setelah kunjungan selama dua minggu di Negeri Sakura. Program ini sudah berlangsung enam tahun atas kerja sama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dengan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Para ustaz dan kiai itu difasilitasi untuk melihat dari dekat kehidupan sosial di sana dan bertemu sejumlah tokoh.  Setiba di Tanah Air, hampir semua mengakui bahwa kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah. Masyarakat terbiasa antre, menjaga kebersihan, kejujuran, suka menolong, dan nilai-nilai Islam lain yang justru makin sulit ditemukan di Indonesia.

 

Pernyataan serupa pernah dikemukakan Muhammad Abduh, ulama besar Mesir, setelah berkunjung ke Eropa. ”Saya lebih melihat Islam di Eropa, tetapi kalau orang Muslim banyak saya temukan di dunia Arab,” katanya.

 

Kalau saja yang dijadikan indikator penelitian untuk menimbang keberislaman masyarakat itu ditekankan pada aspek ritual-individual, saya yakin Indonesia akan menduduki peringkat pertama menggeser Selandia Baru.  Jumlah yang pergi haji setiap tahun meningkat, selama Ramadhan masjid penuh dan pengajian semarak di mana-mana.  Tidak kurang dari 20 stasiun televisi di Indonesia setiap hari pasti menyiarkan dakwah agama.  Terlebih lagi selama bulan Ramadhan, hotel pun diramaikan oleh tarawih bersama.  Ditambah lagi yang namanya ormas dan parpol Islam yang terus bermunculan.

 

Namun, pertanyaan yang dimunculkan oleh Rehman dan Askari bukan semarak ritual, melainkan seberapa jauh ajaran Islam itu membentuk kesalehan sosial berdasarkan ajaran Al Quran dan hadis.

 

Contoh perilaku sosial di Indonesia yang sangat jauh dari ajaran Islam adalah maraknya korupsi, sistem ekonomi dengan bunga tinggi, kekayaan tak merata, persamaan hak bagi setiap warga untuk memperoleh pelayanan negara dan untuk berkembang, serta banyak aset sosial yang mubazir.

Apa yang dikecam ajaran Islam itu ternyata lebih mudah ditemukan di masyarakat Muslim ketimbang negara-negara Barat.  Kedua peneliti itu menyimpulkan: “…it is our belief that most self-declared and labeled Islamic countries are not conducting their affairs in accordance with Islamic teachings – at least when it comes to economic, financial, political, legal, social and governance policies”.

 

Dari 56 negara anggota OKI, yang memperoleh nilai tertinggi adalah Malaysia (urutan ke-38), Kuwait (48), Uni Emirat Arab (66), Maroko (119), Arab Saudi (131), Indonesia (140), Pakistan (147), Yaman (198), dan terburuk adalah Somalia (206).

 

Negara Barat yang dinilai mendekati nilai-nilai Islam adalah Kanada di urutan ke-7, Inggris (8), Australia (9), dan Amerika Serikat (25).

 

Sekali lagi, penelitian ini tentu menyisakan banyak pertanyaan serius yang perlu juga dijawab melalui penelitian sebanding.  Jika masyarakat atau negara Muslim korup dan represif, apakah kesalahan ini lebih disebabkan oleh perilaku masyarakatnya ataukah pada sistem pemerintahannya?  Atau akibat sistem dan kultur pendidikan Islam yang salah?  Namun, satu hal yang pasti, penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku sosial, ekonomi, dan politik negara-negara anggota OKI justru berjarak lebih jauh dari ajaran Islam dibandingkan negara-negara non-Muslim yang perilakunya lebih islami.

 

Semarak dakwah dan ritual

Hasil penelitian ini juga menyisakan pertanyaan besar dan mendasar: mengapa semarak dakwah dan ritual keagamaan di Indonesia tak mampu mengubah perilaku sosial dan birokrasi sebagaimana yang diajarkan Islam, yang justru dipraktikkan di negara-negara sekuler?

 

Tampaknya keber-agama-an kita lebih senang di level semarak ritual untuk mengejar kesalehan individual, tetapi menyepelekan kesalehan sosial. Kalau seorang Muslim sudah melaksanakan lima rukun Islam—syahadat, shalat, puasa, zakat, haji—dia sudah merasa sempurna.  Semakin sering berhaji, semakin sempurna dan hebatlah keislamannya.

 

Pada hal misi Rasulullah itu datang untuk membangun peradaban yang memiliki tiga pilar utama: keilmuanketakwaan, dan akhlak mulia atau integritas. Hal yang terakhir inilah, menurut penelitian Rehman dan Askari, dunia Islam mengalami krisis.

 

Sekali lagi, kita boleh setuju atau menolak hasil penelitian ini dengan cara melakukan penelitian tandingan.  Jadi, jika ada pertanyaan: How Islamic are Islamic Political Parties?, menarik juga dilakukan penelitian dengan terlebih dahulu membuat indikator atau standar berdasarkan Al Quran dan hadis. Lalu, diproyeksikan juga untuk menakar keberislaman perilaku partai-partai yang mengusung simbol dan semangat agama dalam perilaku sosialnya.

 

Oleh: Professor Komaruddin Hidayat – Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (Kompas, 5 Nov 2011)

 

Studi Islam Tumbuh di Australia

9 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

muslim-australia-_140113113032-276
REPUBLIKA.CO.ID,

Pamor studi Islam dan Arab menanjak. Dalam satu dekade terakhir, semakin banyak universitas di Australia menawarkan program studi tersebut. Ini mengimbangi membeludaknya minat para mahasiswa untuk mengkaji dua bidang itu.

Pengamat pendidikan bahkan menyebutkan peningkatan jumlah mahasiswa yang mempelajari Islam dan Arab mencapai lebih dari 200 persen sejak 2008. Ada semangat yang meninggi dari anak-anak muda Muslim mempelajari agamanya.

Mereka juga ingin tahu nasib warisan Islam yang berada di wilayah-wilayah Timur Tengah. Alasan terakhir ini terkait dengan revolusi serta konflik yang berlangsung di Timur Tengah. Mahasiswa non-Muslim pun tertarik. Bahkan, ada pula mahasiswa yang merupakan veteran perang.

“Beberapa dari mereka mantan tentara yang pernah di Afghanistan atau Timur Tengah. Mereka kini ingin mengkaji Islam dengan benar,” kata Mehmet Ozalp, dosen studi Islam dan agama di Charles Sturt University, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (5/2).

Bagi Ozalp, perkembangan ini produktif. Studi Islam dan Arab yang saat ini marak di Australia melahirkan perspektif berbeda. Mahasiswa perlu mengetahui perspektif itu. Sangat penting pula bagi non-Muslim memahami pandangan dan sikap Muslim.

Tiga tahun lalu, Charles Sturt University membuka program sarjana di bidang studi Islam. Tahun depan, mereka berencana menawarkan program master untuk kajian Arab klasik. Saat ini, terdapat 340 mahasiswa studi Islam. Mayoritas berlatar belakang Muslim.

Menurut Ozalp, banyaknya generasi Muslim yang tertarik studi Islam menuntun mereka lebih memahami latar belakang dan budayanya. Ia menuturkan, mereka sangat serius. Namun, mereka enggan keluar Australia untuk mendalami studi Islam.

Banyak alasan yang mengemuka. Di antaranya, jelas Ozalp, mereka belum menguasai bahasa Arab. Alasan lainnya, ada potensi risiko yang bakal mereka hadapi ketika belajar di luar negeri. Karena itu, studi Islam di Australia kian bersinar.

Ozalp merupakan salah satu yang pertama di komunitas Muslim mengajarkan kajian Islam dalam bahasa Inggris. Ia yakin yang diajarkan mampu meredam persepsi buruk tentang Islam dan dunia Islam. “Ini mencegah munculnya ekstremisme dan radikalisme di Australia.”

Di sisi lain, Muslim telah mampu menciptakan peradaban gemilang, baik di ranah sains, teknologi, perdagangan, maupun tatanan hukum. Tak banyak orang yang mengetahui pencapaian-pencapaian ini. Studi Islam menjadi sarana mengungkapkannya.

Beberapa universitas lain juga membuka program studi Islam dan Arab. Tapi, tak semuanya menawarkannya untuk jenjang sarjana. Ada yang hanya kursus. Biasanya, mencakup budaya, sejarah, agama, sosial, dan politik dunia Islam serta Arab.

Lulusan studi Islam pun tak kalah menjanjikannya dibandingkan program studi lain. Alumni bisa menjadi dosen, layanan sosial, atau bidang hukum. Inilah alasan lain mengapa minat pada studi Islam terus membaik.

Di University of Western Sydney, misalnya, mahasiswa yang mendaftar pada studi ini hanya 60 orang. Itu terjadi pada 2008. Tapi, pada 2013, jumlahnya sudah naik berkali lipat, mencapai 200 mahasiswa. Dosen senior di universitas itu, Jan Ali, mengatakan ini mengagumkan.

Student Events
  • User sedang online: 1
  • Pengunjung Hari ini: 1221
  • Today Visitor: 389
  • Total Visitor: 24383
  Online Staff