Bahasa (Ba, Ha, Sa): Tahukah Anda?

Oleh: Wiyono, S.Pd (Bahasa Indonesia Teacher)

Dalam tulisan pendek ini, kami akan mengkaji bahasa dari kacamata yang berbeda. Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohiim, Alhamdulillahi robbil alamiin, Allohumma Sholli ala Muhammad wa’ala ali Muhammad. Semoga apa yang akan kami kaji bisa menambah wawasan dan ilmu baru bagi para pembaca.

Jika kita tengok ke belakang, bahasa adalah ciptaan Allah yang diberikan kepada manusia melalui penciptaan Nabi Adam yang pertama kali. Hal itu terjadi pada saat perdebatan antara Allah dengan malaikat tentang penciptaan manusia yang akan berbuat kerusakan di muka bumi. Namun Allah berkehendak lain yang tidak dimiliki oleh malaikat, diantaranya bahasa, sebagai bukti, disuruhnya Nabi Adam untuk menyebutkan berbagai macam benda yang ada. Subhanallah semua benda itu disebukan dengan benar.

 

Bahasa, jika kita rinci menurut huruf Al qur‟an terdiri dari tiga huruf, yaitu (Ba, Ha, Sa) Ba‟ yang berarti barokah, bahagia, Ha‟ yang berarti hidayah, harapan, Sa‟ yang berarti sakinah, bahagia, selamat. Dari ketiga uraian di atas apabila kita kaji satu persatu kata maka maknanya jadi luar biasa.

 

Pertama, bahasa berasal dari huruf arab “Ba‟‟ yang berarti barokah,mengapa begitu? karena barokah itu sendiri tidak mandul, alias berkembang biak menjadi banyak. Baik itu dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Sebagai contoh satu kata “apel” bisa bermakna buah, rapat, meeting, upacara, atau sejenis merk elektronik yang berupa laptop.

 

Dari segi yang lain mengapa bahasa itu barokah? karena, barang siapa yang menguasai bahasa (baik bahasa daerah, Indonesia, Arab, Inggris, Jepang, mandarin, dan sebagainya) maka kehidupanya tidak akan kekurangan alias sejahtera (tidak dari segi materi). Selain itu juga merasa indah sebab berwawasan luas dan penuh makna serta romantis.

 

Di samping itu daya pikirnya akan luas dan bijaksana dalam menentukan keputusan. Hal itu didasarkan hadist nabi Muhammad SAW yang menyuruh manusia untuk belajar memanah yang berarti fokus dalam menentukan tindakan serta menyelesaikan permasalahan supaya sampai di tujuan yang diharapkan. Inilah yang menjadi alasan dan sebagai bukti bahwa bahasa itu barokah atau berkembang biak.

 

Kedua, bahasa berasal dari huruf arab “Ha‟‟, yang berarti hidayah dan harapan. Maksund dari ungkapan tersebut adalah: bahasa merupakan hidayah Allah bagi seorang hamba. Hidayah tidak diberikan kepada semua orang, tapi diberikan kepada seorang hamba yang dikehendaki oleh Allah. Maka barang siapa yang tidak mendapat hidayah akan sulit bertemu Allah dan juga sulit menembus ilmu yang diberikan oleh Allah.

 

Namun bagi mereka yang sudah mendapat hidayah maka tidak ada halangan untuk mencapai derajat yang tinggi dengan ilmu yang diberikan Allah tersebut. Selain itu juga akan bisa menembus hal yang rahasia yang tidak dimiliki oleh hamba Allah yang lain.

 

Oleh sebab itu karena kita sebagai hamba Allah dapat hidayah atau tidak, maka kita selalu berharap dan memiliki harapan semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kita, -hamba yang lemah ini- sebab dengan hidayah tersebut kita akan menenmukan ketentraman, keselamatan kebahagiaan, hidup baik di dunia maupun di akhirat.Inilah intinya berusaha dan tawakal tentang hidayah dan harapan.

 

Ketiga, bahasa berasal dari huruf arab “Sa” yang berarti sakinah, selamat, maksud dari ungkapan tersebut adalah:bahasa mengantarkan seseorang atau pemiliknya menemukan keselamatan dan kebahagiaan. Mengapa begitu? Karena si pemilik bahasa sekaligus memiliki logika lebih dibandingkan yang lain. Sebagai bukti dia bisa menentukan satu makna kata yang tersurat atau tersirat. Sebagai contoh, kata “mimpi” memiliki makna tersurat dan tersirat. Makna tersurat dari mimpi adalah seseorang yang tidur dan bermimpi sedangkan makna tersirat dari mimpi yaitu keinginan atau harapan yang kuat di ikuti dengan usaha yang maksimal untuk mencapai suatu harapan atau cita-cita.

 

Jika di kaji dengan hal yang lain bahasa berarti keselamatan dan kebahagiaan yaitu dengan bahasa manusia bisa menentukan keputusan yang baik atau yang buruk. Jika menentukan jalan kiri atau kejelekan maka dekat dengan murka Allah secara otomatis tidak akan dapat keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia mauoun di akhirat. Sedangkan apa bila kita bisa fokus menentukan jalan kanan, maka kita akan dekat dengan kebaikan itu mengantarkan ke keselamatan dan kebahagiaan hidup baik dunia dan akhirat.

 

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bahasa bisa mengantarkan seseorang ke arah barokah, bahagia, hidayah, harapan, sakinah, selamat, baik di dunia atau tidak.Semuanya tergantung pada personalnya masing-masing. Dengan bahasa manusia serba “BISA” menghadapi dan menyelesaikan setiap persoalan dengan bimbingan Allah SWT. Semoga bermanfaat. (ono)