Belvathilda; Hafidzah di usia 15 tahun

“Prestasi adalah salah satu media untuk berdakwah”
Muslimah sejati; berprestasi dunia dan akhirat. Dialah Belvathilda Jennidan Moedjiono. Santri kelas IX SMP Al Izzah yang lahir 15 tahun lalu dari pasangan Modjiono dan Jenny Rahmawati ini telah berhasil mengkhatamkan Al Qur’an 30 juz pada hari Selasa, 01 Maret 2016 lalu.

Melalui bimbingan tahfidz Ustadzah Najiyah, semangat yang diberikan murabbiyah Ustadzah Laily dan dibantu disimak oleh Ustadzah Nova, ananda bersyukur bisa mencapai prestasi ini.

Sulung dari dua bersaudara yang memiliki hobi membaca ini memiliki cita-cita yang luar biasa; menjadi hamba yang sukses dunia akhirat, masuk surga bersama orang-orang yang dicintai, hafidzah sejati, absolute winner OSN dan olimpiade internasional dan ilmuan muslim. Subhanallah. Ananda berusaha mewujudkan cita-citanya dengan perjuangan keras dan terus mendekatkan diri kepada Allah, memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat dunia akhirat; muraja’ah dan memahami ayat Al Qur’an, belajar ilmu Islam dan sains. Rutin mengerjakan soal-soal latihan. Dan yang terpenting, sebagai seorang santri, ananda menekankan sikap tawadhu’ kepada ustad/ustadzah karena bagi ananda itu adalah kunci sukses. “ Bukan hanya kecerdasan intelektual melainkan ridha orang tua. Orang tua kita di sini adalah para murabbiyah, ustad dan ustadzah kita. Seluruh warga di Al Izzah, mulai dari Ibu dapur yang setiap hari menyiapkan makanan bergizi sebagai energi belajar di kampus perjuangan Al Izzah, petugas kebersihan yang membuat suasana pondok semakin nyaman untuk belajar & menghafalkan Al Qur’an. “

Ananda sangat bersyukur bisa bersekolah di Al Izzah, tempat belajar yang sangat kondusif, membuat saya menjadi lebih baik dalam segala aspek, baik semangat menuntut ilmu maupun ibadah. Al Izzah adalah tempat untuk menggali dan memacu prestasi. Bagi Belva, “ Prestasi adalah salah satu media untuk berdakwah. Zaman sekarang, kalau umat Islam tidak menunjukkan prestasi-prestasi dunia, agak sulit mengajak teman-teman/saudara kepada kebaikan. (dakwah Islam).

Ketika ditanya siapa tokoh yang menjadi inspirasinya, ananda menjawab “ murabbiyah-murabbiyah saya, ustad-ustadzah saya, dan Wilda Mansur (putri Ust. Yusuf Mansur)”

Orang tua ananda mempunyai harapan ananda bisa menjadi muslimah penghafal Al Qur’an sejati, berakhlakul karimah dan berprestasi dunia akhirat.

Alhamdulillah, ananda berhasil meraihnya di sini. Juara 1 olimpiade sains provinsi, juara 2 OSN tingkat kota Batu dan segudang prestasi akademik lain, serta prestasi sukses mengkhatamkan 30 juz Al Qur’an. Prestasi yang diniatkan untuk dakwah Islam.

Ada tips untuk teman-teman atau saudara kita yang ingin sukses menghafal Al Qur’an:

“ Saya juga berfikir menghafal Al Qur’an itu sulit. Tapi setelah dijalani, ternyata tidak sesulit yang saya kira. Selama kita punya azzam yang kuat untuk menghafalnya. Selama saya menghafal Al Qur’an, saya juga mengalami banyak sekali rintangan. Sesekali saya menangis dan hampir menyerah karena saking susahnya ayat tersebut. Kemudian ustadzah mengingatkan saya ‘ Allah tidak membebani suatu kaum melainkan sesuai kadar kesanggupannya.’ Akhirnya saya bangkit dan kembali semangat menghafal. Dalam menghafal Al Qur’an itu harus punya niat yang kuat karena Allah. “ Demikian pesan dari ananda Belva. Semoga membuat kita semakin semangat menghafalkan Al Qur’an dan terus mengukir prestasi dunia akhirat.