LOGIN FORM

Untuk Mengakses Sistem Administrasi & Akademik

SDM Orang Tua

 

Berita

Makna Tahun Baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriyah

24 Oktober 2014 by Media Al-Izzah in Berita

International Islamic Boarding School – Al-Izzah

Keutamaan Tahun Hijriyah

Tahun hijriyah mulai diberlakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Sistem penanggalan Islam itu tidak mengambil nama ‘Tahun Muhammad’ atau ‘Tahun Umar’. Artinya, tidak mengandung unsur pemujaan seseorang atau penonjolan personifikasi, tidak seperti sistem penanggalan Tahun Masehi yang diambil dari gelar Nabi Isa, Al-Masih (Arab) atau Messiah (Ibrani).
Tidak juga seperti sistem penanggalan Bangsa Jepang, Tahun Samura, yang mengandung unsur pemujaan terhadap Amaterasu O Mi Kami (dewa matahari) yang diproklamasikan berlakunya untuk mengabadikan kaisar pertama yang dianggap keturunan Dewa Matahari, yakni Jimmu Tenno (naik tahta tanggal 11 pebruari 660 M yang dijadikan awal perhitungan Tahun Samura). Atau penangalan Tahun Saka bagi suku Jawa yang berasal dari Raja Aji Saka.

Menurut dongeng atau mitos, Aji Saka diyakini sebagai raja keturunan dewa yang datang dari India untuk menetap di Tanah Jawa.

Penetapan nama Tahun Hijriyah (al-Sanah al-Hijriyah) merupakan kebijaksanaan Khalifah Umar bin Khattab.
Seandainya Khalifah Umar berambisi untuk mengabadikan namanya dengan menamakan penanggalan itu dengan “Tahun Umar” sangatlah mudah baginya melakukan itu. Umar tidak mementingkan keharuman namanya atau membanggakan dirinya sebagai pencetus ide sistem penanggalaan Islam itu.

Umar malah menjadikan penanggalan itu sebagai jaman baru pengembangan Islam, karena penanggalan itu mengandung makna spiritual dan nilai historis yang amat tinggi harganya bagi agama dan umat Islam.

Selain Umar, orang yang berjasa dalam penanggalan Tahun Hijriyah adalah Ali bin Abi Thalib. Keponakan Rasulullah Saw inilah yang mencetuskan pemikiran agar penanggalan Islam dimulai penghitungannya dari peristiwa hijrah, saat umat Islam meninggalkan Makkah menuju Yatsrib (Madinah).

Dalam buku Kebangkitan Islam dalam Pembahasan (1979), Sidi Gazalba, menulis:

”Dipandang dari ilmu strategi, hijrah merupakan taktik. Strategi yang hendak dicapai adalah mengembangkan iman dan mempertahankan kaum mukminin.” 

Tahap Awal Daulah Islamiyah

Hijrah adalah momentum perjalanan menuju Daulah Islamiyah yang membentuk tatanan masyarakat Islam, yang diawali dengan eratnya jalinan solidaritas sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah) antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar.

Jalinan ukhuwah yang menciptakan integrasi umat Islam yang sangat kokoh itu telah membawa Islam mencapai kejayaan dan mengembangkan sayapnya ke berbagai penjuru bumi. Kaum Muhajirin-Anshar membuktikan, ukhuwah Islamiyah bisa membawa umat Islam jaya dan disegani.

Bisa dimengerti, jika umat Islam dewasa ini tidak disegani musuh-musuhnya, menjadi umat yang tertindas, serta menjadi bahan permainan umat lain, antara lain akibat jalinan ukhuwah Islamiyah yang tidak seerat kaum Mujahirin-Anshar.

Dari situlah mengapa konsep dan hikmah hijrah perlu dikaji ulang dan diamalkan oleh umat Islam. Setiap pergantian waktu, hari demi hari hingga tahun demi tahun, biasanya memunculkan harapan baru akan keadaan yang lebih baik.

Islam mengajarkan, hari-hari yang kita lalui hendaknya selalu lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Dengan kata lain, setiap Muslim dituntut untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Allah SWT meningatkan dalam QS 59:18,  ”Hendaklah setiap diri memperhatikan (melakukan introspeksi) tentang apa-apa yang telah diperbuatnya untuk menghadapi hari esok (alam akhirat).” 
Pada awal tahun baru hijriyah ini, kita bisa merancang hidup agar lebih baik dengan hijrah, yakni mengubah perilaku buruk menjadi baik, melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

”Muhajir adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah,” sabda Rasulullah. Kita ubah ketidakpedulian terhadap kaum lemah menjadi sangat peduli dengan semangat zakat, infak, dan sedekah.

Selain itu juga mengubah permusuhan dan konflik menjadi persaudaraan dan kerja sama, mengubah pola hidup malas-malasan menjadi giat bekerja, mengubah hidup pengangguran dan peminta-minta menjadi pekerja mandiri, dan tidak bergantung pada belas kasih orang lain.

Dengan kekuatan iman dan keeratan ukhuwah Islamiyah seperti kaum Muhajirin dan Anshar, umat Islam bisa kuat dan bahu-membahu memenangkan partai Allah (hizbullah) yang menegakkan syiar Islam berasaskan tauhid dan ukhuwah, bukan memenangkan partai setan (hizbusy syaithon) yang mengibarkan bendera kebatilan.

Sejarah Tahun Baru Islam: Kalender Hijriyah

Seperti disebutkan di atas, setidaknya ada dua nama penting dalam sejarah kalender Hijriyah, yakni

  1. Umar bin Khathab sebagai pencetus ide penetapan kalender Islam.
  2. Ali bin Abi Thalib sebagai penggagas awal perhitungan tahun.
Dr. Hasan Ibrahim Hasan dalam Zu’amaul Islam (1953) melukiskan:

“Pada suatu hari Khalifah Umar bin Khathab memanggil dewan permusyawaratan untuk membicarakan perihal sistim penanggalan. Ali bin Ali Thalib mengusulkan agar penanggalan Islam dimulai sejak peristiwa hijrah ke Madinah sebagai momentum saat ditinggalkannya bumi musyrik. Usul Ali kemudian diterima sidang. Khalifah Umar menerima keputusan sidang dan mendekritkan berlakunya Tahun Hijriyah. Peristiwa hijrah merupakan momentum zaman baru pengembangan Islam, melandasi kedaulatan Islam serta penampilan integritas sebagai agama sepanjang zaman”. 

Momentum Ukhuwah Islamiyah

Sempat muncul ide, 1 Muharram ditetapkan sebagai “Hari Santri Nasional”. Sebaiknya, tanggal hari santri nasional ditetapkan berdasarkan sejarah pesantren di Indonesia, misalnya pesantren pertama di Indonesia.

Jika 1 Muharram dijadikan Hari Santri Nasional, maka cakupannya akan “menyempit” menjadi hanya untuk kalangan santri atau dunia pesantren. Padahal, 1 Muharram adalah hari pertama Tahun Baru Islam (Hijriyah) yang berlaku untuk semua kaum Muslim di seluruh dunia!
Sistem Penanggalan Tahun Hijriyah merefleksikan suatu moment perjuangan umat Islam untuk tetap survive, yakni dengan hijrah dari Makkah ke Madinah.
Dimulainya penanggalan Tahun Hijriyah dari saat hijrah, menunjukan betapa kita harus menghargai dan mengambil hikmah dari peristiwa hijrah yang merupakan struggle for life(perjuangan untuk hidup), struggle for existence (perjuangan untuk menjadi terkuat), sebagaimana dikemukakan Sidi Gazalba dalam dalam Kebangkitan Islam dalam Pembahasan(1979).
Hijrah adalah momentum perjalanan menuju Daulah Islamiyah tempat tatanan masyarakat Islam terbentuk.
Pembangunan Daulah Islamiyah Madinah oleh Nabi Muhammad Saw diawali dengan:
  1. Pembangunan masjid (Masjid Quba) sebagai sentral aktivitas umat Islam.
  2. Penguatan rasa persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah) antara kam Muhajirin dan kaum Anshar.
  3. Penyusunan Piagam Madinah sebagai “konstitusi” Negara Islam Madinah yang mengatur hubungan antar warga masyarakat Madinah, termasuk hubungan Umat Islam dengan kaum Yahudi (non-Muslim).
Kaum Muhajirin-Anshar telah mebuktikan bahwa ukhuwah Islamiyah atau solidaritas Islam bisa membawa umat Islam jaya dan disegani musuh-musuhnya.
Daulah Islamiyah yang dibangun mereka di Madinah dengan tuntunan langsung Nabi SAW telah menunjukan toleransi yang sangat tinggi terhadap umat lain yang tidak seiman.

Maka, setiap pergantian Tahun Hijriyah, sebenarnya merupakan momentum pengeratan solidaritas sesama Muslim.

Kita harus menegakkan bahwa sesama mukmin itu saudara, bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan.

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” (Qs Al-Hujarat 10).

“Orang Mukmin satu dengan yang lainnya seperti sebuah bangunan, satu sama lain saling menguatkan” HR. Bukhari dan Muslim].


“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. [HR al-Bukhâri dan Muslim]. 

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam”. [HR Bukhari, Muslim, Ahmad].

Semoga kita memahami sejarah tahun baru Islam dengan benar, menyikapinya dengan benar, juga mampu menggali maknanya dengan benar pula hingga mampu memicu semangat hijrah dalam diri, menuju iman, ilmu, dan amal yang lebih baik. Amin…! (www.risalahislam.com)

Kunjungan Dari Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) Malaysia

23 Oktober 2014 by Media Al-Izzah in Berita

International Islamic Boarding School Al-Izzah

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, Tuhan penguasa alam semesta.

Pada pagi hari yang sangat cerah, tepatnya di hari Selasa, 21 Oktober 2014 pukul, 10.00 wib, kami menerima kehormatan dari negeri Jiran berupa kunjungan kerja dari Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan Malaysia.

Sebuah silaturrahmi yang baik yang telah dijalin bersama pada kesempatan kali ini. Rombongan yang terdiri dari lembaga dan sekolah-sekolah terbaik di Malaysia, yaitu:

Ahli Jawatan Kuasa Lembaga Pengelola Smista :

  1. Dato’ Mohamad bin S. Ahmad, pengerusi Jawatan Kuasa SMISTA
  2. Datuk Hj. Zainal Abidin bin Jaffar, Ketua Pegawai Eksekutif Majlis Agama Islam Wilayah persekutuan Gred Juasa C
  3. Dato’ Haji Razali bin Shahabuddin, Ahli LPS SMISTA, Wakil JAKIM (LEPAI) Gred JuasaB
  4. Dato’ Haji Wan Mohamad bin Dato’ Sheih Abd. Aziz, Ahli LPS SMISTA merangkap Ahli Majlis MAIWP
  5. Pn. Zawanah Binti Mohamad, Ahli LPS SMISTA, Wakil Darul Quran, JAKIM Gred S54
  6. Tuan Shamsul Shah Tarjo, Ahli LPS SMISTA, Wakil Kementrian Pendidikan Malaysia Gred S48
  7. Dr. Haji Hasni bin Mohamed, Ahli LPS SMISTA Ketua Pegawai Eksekutif ADNI Islamic School
  8. Prof. Dr Shamsuddin bin Sulaiman, Ahli LPS SMISTA, Yang dipertua PIBG SMISTA Gred VK7
  9. Tuan Haji Mohamad Rushdan bin Abd. Hamid Setiausaha LPS Smista, Pengurus BPI MAIWP

Pegawai-Pegawai MAIWP :

  1. En. Mohd. Fauzi bin Abidin, Pengurus Bhg. Khidmat Pengurusan Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan Gred N48
  2. Ir. Abd. Karim bin Mohamed @Ismail, Timbalan Pengurus (Teknikal), Bhg. Pembangunan & Pelebaburan MAIWP Gred J48
  3. En. Mohd. Husain bin Hussin, Ketua Unit Kaunselling, MAIWP Gred S44

Guru-guru SMISTA :

  1. Pn, Nura’arifah bte Marni, Pengetua SMISTA
  2. En. Mohd Faez bin Mohtar, Guru Penolong Kanan Akademik SMISTA
  3. Pn. Syafiqahtul Ain bte Abd. Halim, Guru Penolong Kanan Hal Ehwal Murid SMISTA
  4. En. Khairul Aswad bin Mohamad Salleh, Guru Tahfidz SMISTA
  5. EN. Mohd. Zailani bin Yaacoob, Guru Akademik SMISTA
  6. Pn. Nur Sazrina bte Mohamad Halimin, Guru Akademik SMISTA
  7. En. Nik Ahmad Afham bin Nik Abdullah, Guru Tahfidz SMISTA

Wakil Sekolah Menengah Agama Persekutuan MAIWP :

  1. Tuan Mohd Aziz bin Mahmud, Pengetua SMA MAIWP
  2. Puan Nor Zuraina bte Zubir, Guru Penolong Kanan Akademik SMA MAIWP

Urusetia :

  1. En. Abdullah Halim bin Sulaiman, Ketua Unit Pendidikan BPI, MAIWP
  2. Nik Nor Syafawati bte Nik Mohamed Nasir, Ketua Unit Perlindungan BPI, MAIWP

Tujuan kedatangan mereka ke Indonesia adalah untuk melihat secara langsung beberapa sekolah – sekolah terbaik yang ada di Indonesia dan menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah tersebut. Terpilihnya LPMI Al Izzah International Islamic Boarding School dalam daftar kunjungan mereka karena dianggap memiliki track record akademik yang cemerlang serta mempunyai reputasi yang baik di dunia pendidikan bersistem boarding atau asrama.

Capaian dalam pertemuan ini, akan ditindaklanjuti dalam bentuk program student exchange dan pengembangan kurikulum oleh kedua belah pihak untuk memajukan pendidikan Islam berbasis pesantren atau Integrated and Holistic Education System.

 

international malaysia 1 international malaysia 2 international malaysia 3 international malaysia 4 international malaysia 5

 

Agenda Al-Izzah di Oktober

20 Oktober 2014 by Media Al-Izzah in Berita

International Islamic Boarding School AL-IZZAH – Agenda  di Oktober
1. Pengambilan Hasil UTS SMA Tgl. 25 Okt jam 08.00
2. Pengambilan Hasil UTS SMP Tgl. 1 Nov jam 08.00
3. tgl. 21 Okt. Kunjungan ke ITS kelas X MIA
4. tgl. 22 Okt.Kunjungan ke UNAIR dan UNESA kelas X IPS
5. tgl. 22 – 25 Okt. pameran Pendidikan SMA di Depan Stadion Kota Batu
5. tgl. 20 Okt. dan 30 Oktober Ujian Cambridge IGCSW
6. Tgl. 22-24 Okt.Ujian Chek Point
7. Milad AL-Izzah Tgl. 24 Okt.

 

PERAYAAN HARI RAYA IDUL ADHA DI AL-IZZAH

11 Oktober 2014 by Media Al-Izzah in Berita, kegiatan siswa

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah tuhan penguasa alam. Sang penentu kehidupan, Sang penebar kasih sayang.
Peringatan Hari Raya Idul Adha pada tahun ini, 1435 H berjalan lancar penuh dengan kehidmatan. Tidak terkecuali kami keluarga besar LPMI Al Izzah International Islamic Boarding School, merayakan Idul Qurban dengan para santri dan orang tua serta masyarakat sekitar.
Atas kerjasama yang diberikan oleh pihak-pihak terkait, baik dari santri, wali santri, para simpatisan, hingga aparat setempat, kami bisa melangsungkan perayaan Idul Adha dengan penuh kehangatan. Pengumpulan hewan qurban, penyembelihan, hingga penyaluran daging qurban, dapat berlangsung penuh.
Maka kami sampaikan ucapan terimakasih pada semua yang ikut serta dalam perayaan di pesantren kami. Semoga semua amal ibadah dan pengorbanan kita diterima dan diberikan imbalan yang setimpal oleh Allah azza wa jalla.

Daftar Nama santri Penyumbang Hewan Kurban

ADIA MISQA IMTIYAZ ROHMAN
ADILLAH LUTHFIYATUL ZAHRAH
ALFINA HIDAYAH
ATIKAH NUR LAILY
AULIYA ANANDAFA YASMIN
CARISA NURINA RAHMAWATI
CUT IRMA FITRI
DALILAH ALMIRANDA
DETRIA AZKA SHABIRINA
ELITA KABAYEVA
EMIRA AREEFA AJI
FADILLAH PUTRI CAHYANTI
FARA SHABRINA HARTHANTI
GRISELDA ARDELIA EDINIGTYAS
HAFIDHATUL AISY
IDZNILA SHABRINA KARTIKA
LUTFIA RIMA SAFIRA
MEUTIA KHANSA AKMAL
NEEZA SALSABILA FIRDAUS
NURFADILAH YUSRI
PUTRI AFIFAH YASMIN
PUTRI MINDYA RAHMANI
RAISSA PRATIWI
RAYZA RIZQUINA
SAYYIDINA IMANNISSA AJI
SYIFA DENALI
WADI’AH AZZAH ZHAFIRA
WIDYA MESA WULANSARI
OVELIA NOOR ALAYYA
DESAIRA ALVI NOOR AVIA
TIFFA NAHDA KAUTSAR
UST. ABDILLAH ADAM
UST. JULIAWARMAN
TRI PUJIATI
QUSNUL
QATIMAH
ALIFIA SHORAYA
ANISA NABILA ZAFIRA
AQILA TASYA INAYAH
BP. SUDJAD MUSTOFA
DESRINA FITRIYAH HASYIM
SHAKILA RATRI FITRI
GITA SHANTY
TARISHA WAHYU RAMADHANI
NINA FADIYAH
FAIQOH YUMNI MAULIDA
SYAFIRA YASMIN
MADJIDA AYU FENDA
RANA AFIFAH
ISLAMIA HARTONO PUTRI
TSANIA FITRI
SHERINA
BAPAK
YUSA
ZAHROTUL AZIZAH VANIA
AULIA NUR
HALIZA
ALIFYA
AZ ZAHRA
ANGGIE REZITA

 

DAFTAR NAMA PSB SMP&SMA 2015-2016 YANG TEREGISTRASI

5 Oktober 2014 by Media Al-Izzah in Berita

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Berikut kami informasikan DAFTAR NAMA PSB  SMP&SMA 2015-2016 YANG TEREGISTRASI, Jika sudah mendaftar dan nama masih belum muncul silahkan menghubungi. Andi 081333008134

Download DISINI Publis 16

“ SELAMAT MENEMPUH UJIAN TENGAH SEMESTER ”

1 Oktober 2014 by Media Al-Izzah in Berita

Bismillahirrahmanirrahim, segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.

Hari Rabu24 September  2014, SMP – SMA Al Izzah International Islamic Boarding School menggelar Ujian Tengah Semester guna melengkapi sistem kurikulum  tahun ajaran 2014-2015 ini. Ujian Tengah Semester ini diikuti oleh seluruh santriwati SMP kelas VII hingga kelas IX, dan dari SMA diikuti oleh seluruh santriwati SMA kelas X hingga kelas XII.

UTS merupakan salah satu kegiatan evaluasi hasil belajar siswa. Evaluasi ini adalah pemberian penilaian terhadap kemampuan siswa dalam menerima, memahami, dan menguasai bahan studi yang disajikan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan, dan menilai perubahan sikap dan keterampilannya. Adapun tujuan pelaksanaan UTS diantaranya:

- Untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor dalam kurun waktu studi tertentu.

- Untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran.

 

Masa ujian ini akan berlangsung selama sembilan hari dan berakhir pada hari Jumat, 3 Oktober 2014. Maka demi berlangsungnya ujian dengan lancar, kami mengajak seluruh walisantri untuk ikut berdoa atas kelancaran masa UTS dan atas kelancaran ananda dalam mengerjakan soal-soal yang diujikan dalam UTS tahun ini.

 

“ SELAMAT MENEMPUH UJIAN TENGAH SEMESTER ”

NATIVE BUT NOT REAL NATIVE

27 September 2014 by Media Al-Izzah in Berita

Di hari sabtu yang cerah, Al-Izzah kedatangan tamu spesial yang cukup membuat heboh para santriwati kelas 7. Native Speaker atau ‘BULE’ yang datang menyapa santriwati bukanlah bule seperti pada umumnya yang berambut pirang, mata biru, tinggi besar atau ciri bule lainnya. Yang datang kali ini cukup berbeda karena mereka adalah Korea Amerika dan juga Korea Kanada.. ya mereka keturunan Korea yang kemudian pindah dan tinggal di Amerika dan juga di Kanada. Apalagi dengan demam K-Pop maka santriwati kelas 7 berebut untuk berfoto dengan mereka di akhir acara. Kedatangan mereka ke kampus Al-Izzah untuk memenuhi undangan dari Divisi Pengembangan Bahasa Asing yang bertujuan untuk memberikan motivasi dan mengajarkan para santriwati hal-hal menarik dari pembelajaran bahasa inggris. Bertempat di Mega Hall gedung Attoyya para santriwati belajar dan bermain bersama. Berbagai pertanyaan yang keluar dari para santriwati ditanggapi dan dijawab dengan antusias oleh para bule tersebut. Yang cukup membuat anak-anak tertawa adalah ketika mereka mencoba berbicara dengan bahasa Indonesia tapi dengan logat kental korea. Bahkan ketika mereka perkenalan dengan menggunakan bahasa korea para santriwati langsung menyambutnya dengan heboh disertai tepuk tangan. Sebuah testimoni dari Mrs. Jonah tentang anak-anak kelas 7 adalah mereka rata-rata sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa inggris dengan baik. Mereka perlu latihan lebih banyak dalam hal berkomunikasi. Mereka sudah berada di lingkungan belajar yang baik dengan program pembinaan bahasa asing yang sudah terpola.

Di hari sabtu yang cerah, Al-Izzah kedatangan tamu spesial yang cukup membuat heboh para santriwati kelas 7. Native Speaker atau ‘BULE’ yang datang menyapa santriwati bukanlah bule seperti pada umumnya yang berambut pirang, mata biru, tinggi besar atau ciri bule lainnya. Yang datang kali ini cukup berbeda karena mereka adalah Korea Amerika dan juga Korea Kanada.. ya mereka keturunan Korea yang kemudian pindah dan tinggal di Amerika dan juga di Kanada. Apalagi dengan demam K-Pop maka santriwati kelas 7 berebut untuk berfoto dengan mereka di akhir acara. Kedatangan mereka ke kampus Al-Izzah untuk memenuhi undangan dari Divisi Pengembangan Bahasa Asing yang bertujuan untuk memberikan motivasi dan mengajarkan para santriwati hal-hal menarik dari pembelajaran bahasa inggris. Bertempat di Mega Hall gedung Attoyya para santriwati belajar dan bermain bersama. Berbagai pertanyaan yang keluar dari para santriwati ditanggapi dan dijawab dengan antusias oleh para bule tersebut. Yang cukup membuat anak-anak tertawa adalah ketika mereka mencoba berbicara dengan bahasa Indonesia tapi dengan logat kental korea. Bahkan ketika mereka perkenalan dengan menggunakan bahasa korea para santriwati langsung menyambutnya dengan heboh disertai tepuk tangan. Sebuah testimoni dari Mrs. Jonah tentang anak-anak kelas 7 adalah mereka rata-rata sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa inggris dengan baik. Mereka perlu latihan lebih banyak dalam hal berkomunikasi. Mereka sudah berada di lingkungan belajar yang baik dengan program pembinaan bahasa asing yang sudah terpola.

Menanggapi hal tersebut maka Divisi Pengembangan Bahasa Asing sudah merencanakan program lanjutan untuk terus mewadahi dan mengembangkan kemampuan bahasa asing para santriwati Al-Izzah. InshaAllah rencana program Native masuk dan mengajar di kelas bisa segera terwujud sehingga anak-anak bisa menambah ilmu dan wawasan Bahasa Inggris langsung dari sumbernya yaitu Native English. Seperti dari pepatah “Belajar yang baik adalah belajar langsung dari sumbernya “

MoU Al Izzah IIBS dengan SMP IT Qurrota A’yun Ponorogo

18 September 2014 by Media Al-Izzah in Berita

Alhamdulillah, Segala puji hanya milik Allah, Tuhan Penguasa alam semesta. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, penutup para Nabi.
Untuk mewujudkan system pembelajaran yang bagus dan berkembang luas, maka Yayasan LPMI Al Izzah International Islamic Boarding School kembali membuka kerjasama atau MoU dengan lembaga pendidikan Islam terpadu dari Ponorogo, yaitu SMP IT Qurrota A’yun, dalam program Cambridge School Sister.
Tujuan Program tersebut adalah :
1.Memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat bersaing di tingkatinternational.
2.Meberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan menggunakan kurikulum berstandar international.
3.Mengetahui sejauh mana posisi kemampuan siswa di tingkat international.
4.Meningkatkan kompetensi siswa dan guru dalam menguasai bahasa Inggris.
5.Mengembangkan kreatifitas guru dalam mengembangkan silabus dan worksheet untuk membantu siswa dalam bersaing di tingkat internasional.
6.Memberikan kesempatan para guru untuk mendapatkan In-Service Training baik dalam skala nasional maupun internasional.

 

 

Mari Bersama Sambut Hari Raya Idul Adha

7 September 2014 by Media Al-Izzah in Berita

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Kami informasikan kepada segenap walisantri  dan simpatisan Al-Izzah bahwasanya untuk meyemarakkan perayaan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1435 H, kami membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu yang ingin menyalurkan hewan Kurban berupa Kambing atau Sapi dengan estimasi :

1 Ekor kambing  = Rp. 2.500.000
1 Ekor Sapi        = Rp. 17.500.000 (7 orang@2,5jt)
Donasi dapat disampaikan No Rek SPP santri via bank muamalat cabang malang, Konfirmasi  transfer ke 085755553929 dengan Format :  Nama Santri_Kelas_Qurban_Jenis hewan qurban (Sapi/kambing)

Jazakumullah ahsanal jazaa’

DAFTAR NAMA PSB SMP&SMA 2015-2016 YANG TEREGISTRASI

1 September 2014 by Al-Izzah in Berita

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Berikut kami informasikan DAFTAR NAMA PSB  SMP&SMA 2015-2016 YANG TEREGISTRASI, Jika sudah mendaftar dan nama masih belum muncul silahkan menghubungi. Andi 081333008134

Download DISINI Publis 11

  Online Staff