LOGIN FORM

Untuk Mengakses Sistem Administrasi & Akademik

SDM Orang Tua

 

Berita

Hafidzah Pertama Santri SMP Al-Izzah

18 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

hafidzahAlhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, tuhan semesta alam.

Santri Al-Izzah International Islamic Boarding School Kembali Mengukir prestasi

Alhamdulillah pada hari senin kemarin bertambah lagi dua hafidzah yang berhasil menuntaskan hafalan sebanyak 30 juz Al-Quran. Mereka adalah Farida Rahmatika kelas XI IPA2 dan untuk yang pertama kali dari santri SMP Shafa Shafira VIII A. Apresiasi langsung diberikan oleh kepala sekolah SMA Ust. Maftuhin.  Dengan demikian sudah ada delapan santri SMA dan satu santri SMP yang telah menuntaskan hafalannya sebanyak 30 juz yang sebelumnya juga telah mendapatkan apresiasi serupa. Ini adalah wujud komitmen lembaga untuk selalu mewujudkan visi dan misi mendidik generasi muda yang Taqwa, Cerdas dan Mandiri.

Semoga pencapaian prestasi ini bisa menjadi motivasi tersendiri untuk yang lain pada umumnya, dan yang bersangkutan pada khususnya agar menjaga dan selalu memurajaah hafalan hingga dewasa kelak.

Selamat atas kalian duhai para pewaris Nabi Muhammad.

Ucapan terimakasih tak lupa kami sampaikan kepada para murabbiyah yang senantiasa tekun dan penuh kasih sayang dalam membimbing para santriwati hingga berhasil meraih prestasi ini.

Teruslah berkarya, teruslah menanam benih kebaikan. Sesuai janji Allah, tidak ada kebaikan sekecil biji atom pun kecuali menerima imbalan yang berlipat dari-Nya.

 

 

Pertukaran Pelajar Thailand – Indonesia

16 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

1Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, tuhan semesta alam.

Mengawali kalender akademik semester genap tahun ajaran 2013 – 2014, tepatnya awal Februari, tanggal 08 hingga tanggal 22, Al Izzah kembali membuka kerjasama akademik dengan instansi pendidikan.

Pada kesempatan kali ini, LPMI Al Izzah International Islamic Boarding School menerima kunjungan belajar atau yang diistilahkan dengan Student Exchange dari beberapa serikat sekolah dari Negeri Gajah Putih, Thailand.

Para peserta didik yang mengikuti kegiatan pembelajaran ini terdiri dari jenjang setara SMP kelas 7 dan 8 yang berjumlah 35 siswa, 17 putra dan 18 putri.

Tujuan diadakannya student exchange ini untuk bisa saling mempelajari budaya, sistem pembelajaran dan metode disiplin ilmu bahasa inggris yang berjalan di Sekolah SMP – SMA  Al Izzah.

Al-Izzah AMAN Pasca Meletusnya Gunung KELUD

14 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Gunung Kelud telah meletus Kamis (13/2) malam sekitar pukul 22.50 WIB. Dampak dari meletusnya gunung kelud mengakibatkan hujan abu di sekitar wilayah kediri dan sekitar kota batu, di al-izzah sendiri juga merasakan hujan abu, hingga pagi ini kondisi di al-izzah aman hujan abu hanya setebal 2mm, para santri pembelajaran sementara ditunda untuk bersama-sama membersihkan beberapa halaman, ruang kelas dan  lokasi yang terkena hujan abu. Para orang tua santri dimohon tidak panik dan resah, kondisi di al-izzah pasca meletusnya gunung kelud dinyatakan aman.

How Islamic are Islamic Countries – Indonesia ke 140 dari 208 Negara

12 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

Sebuah penelitian sosial bertema ”How Islamic are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.

385498_2491596005294_1002457685_n

Professor Hossein Askari, The George Washington University

Adalah Professor Scheherazade S Rehman dan Professor Hossein Askari dari The George Washington University yang melakukan penelitian ini. Hasilnya dipublikasikan dalam Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010).

Pertanyaan dasarnya adalah Seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan mempengaruhi perilaku masyarakat Muslim dalam kehidupan bernegara dan sosial?

 

Ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dimaksud diambil dari Al Quran dan hadis, dikelompokkan menjadi lima aspek.

  • Ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia.
  • Sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial.
  • Sistem perundang-undangan dan pemerintahan.
  • Hak asasi manusia dan hak politik.
  • Ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim.

Setelah ditentukan indikatornya, lalu diproyeksikan untuk menimbang kualitas keberislaman di-negara-negara yang disurvey.  Ternyata,  56 negara Muslim yang menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI),  rata-rata berada di urutan ke-139 dari sebanyak 208 negara yang disurvei.

 

Pengalaman UIN Jakarta

Kesimpulan penelitian di atas tak jauh berbeda dari pengalaman dan pengakuan beberapa ustaz dan kiai sepulang dari Jepang setelah kunjungan selama dua minggu di Negeri Sakura. Program ini sudah berlangsung enam tahun atas kerja sama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dengan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Para ustaz dan kiai itu difasilitasi untuk melihat dari dekat kehidupan sosial di sana dan bertemu sejumlah tokoh.  Setiba di Tanah Air, hampir semua mengakui bahwa kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah. Masyarakat terbiasa antre, menjaga kebersihan, kejujuran, suka menolong, dan nilai-nilai Islam lain yang justru makin sulit ditemukan di Indonesia.

 

Pernyataan serupa pernah dikemukakan Muhammad Abduh, ulama besar Mesir, setelah berkunjung ke Eropa. ”Saya lebih melihat Islam di Eropa, tetapi kalau orang Muslim banyak saya temukan di dunia Arab,” katanya.

 

Kalau saja yang dijadikan indikator penelitian untuk menimbang keberislaman masyarakat itu ditekankan pada aspek ritual-individual, saya yakin Indonesia akan menduduki peringkat pertama menggeser Selandia Baru.  Jumlah yang pergi haji setiap tahun meningkat, selama Ramadhan masjid penuh dan pengajian semarak di mana-mana.  Tidak kurang dari 20 stasiun televisi di Indonesia setiap hari pasti menyiarkan dakwah agama.  Terlebih lagi selama bulan Ramadhan, hotel pun diramaikan oleh tarawih bersama.  Ditambah lagi yang namanya ormas dan parpol Islam yang terus bermunculan.

 

Namun, pertanyaan yang dimunculkan oleh Rehman dan Askari bukan semarak ritual, melainkan seberapa jauh ajaran Islam itu membentuk kesalehan sosial berdasarkan ajaran Al Quran dan hadis.

 

Contoh perilaku sosial di Indonesia yang sangat jauh dari ajaran Islam adalah maraknya korupsi, sistem ekonomi dengan bunga tinggi, kekayaan tak merata, persamaan hak bagi setiap warga untuk memperoleh pelayanan negara dan untuk berkembang, serta banyak aset sosial yang mubazir.

Apa yang dikecam ajaran Islam itu ternyata lebih mudah ditemukan di masyarakat Muslim ketimbang negara-negara Barat.  Kedua peneliti itu menyimpulkan: “…it is our belief that most self-declared and labeled Islamic countries are not conducting their affairs in accordance with Islamic teachings – at least when it comes to economic, financial, political, legal, social and governance policies”.

 

Dari 56 negara anggota OKI, yang memperoleh nilai tertinggi adalah Malaysia (urutan ke-38), Kuwait (48), Uni Emirat Arab (66), Maroko (119), Arab Saudi (131), Indonesia (140), Pakistan (147), Yaman (198), dan terburuk adalah Somalia (206).

 

Negara Barat yang dinilai mendekati nilai-nilai Islam adalah Kanada di urutan ke-7, Inggris (8), Australia (9), dan Amerika Serikat (25).

 

Sekali lagi, penelitian ini tentu menyisakan banyak pertanyaan serius yang perlu juga dijawab melalui penelitian sebanding.  Jika masyarakat atau negara Muslim korup dan represif, apakah kesalahan ini lebih disebabkan oleh perilaku masyarakatnya ataukah pada sistem pemerintahannya?  Atau akibat sistem dan kultur pendidikan Islam yang salah?  Namun, satu hal yang pasti, penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku sosial, ekonomi, dan politik negara-negara anggota OKI justru berjarak lebih jauh dari ajaran Islam dibandingkan negara-negara non-Muslim yang perilakunya lebih islami.

 

Semarak dakwah dan ritual

Hasil penelitian ini juga menyisakan pertanyaan besar dan mendasar: mengapa semarak dakwah dan ritual keagamaan di Indonesia tak mampu mengubah perilaku sosial dan birokrasi sebagaimana yang diajarkan Islam, yang justru dipraktikkan di negara-negara sekuler?

 

Tampaknya keber-agama-an kita lebih senang di level semarak ritual untuk mengejar kesalehan individual, tetapi menyepelekan kesalehan sosial. Kalau seorang Muslim sudah melaksanakan lima rukun Islam—syahadat, shalat, puasa, zakat, haji—dia sudah merasa sempurna.  Semakin sering berhaji, semakin sempurna dan hebatlah keislamannya.

 

Pada hal misi Rasulullah itu datang untuk membangun peradaban yang memiliki tiga pilar utama: keilmuanketakwaan, dan akhlak mulia atau integritas. Hal yang terakhir inilah, menurut penelitian Rehman dan Askari, dunia Islam mengalami krisis.

 

Sekali lagi, kita boleh setuju atau menolak hasil penelitian ini dengan cara melakukan penelitian tandingan.  Jadi, jika ada pertanyaan: How Islamic are Islamic Political Parties?, menarik juga dilakukan penelitian dengan terlebih dahulu membuat indikator atau standar berdasarkan Al Quran dan hadis. Lalu, diproyeksikan juga untuk menakar keberislaman perilaku partai-partai yang mengusung simbol dan semangat agama dalam perilaku sosialnya.

 

Oleh: Professor Komaruddin Hidayat – Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (Kompas, 5 Nov 2011)

 

Studi Islam Tumbuh di Australia

9 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

muslim-australia-_140113113032-276
REPUBLIKA.CO.ID,

Pamor studi Islam dan Arab menanjak. Dalam satu dekade terakhir, semakin banyak universitas di Australia menawarkan program studi tersebut. Ini mengimbangi membeludaknya minat para mahasiswa untuk mengkaji dua bidang itu.

Pengamat pendidikan bahkan menyebutkan peningkatan jumlah mahasiswa yang mempelajari Islam dan Arab mencapai lebih dari 200 persen sejak 2008. Ada semangat yang meninggi dari anak-anak muda Muslim mempelajari agamanya.

Mereka juga ingin tahu nasib warisan Islam yang berada di wilayah-wilayah Timur Tengah. Alasan terakhir ini terkait dengan revolusi serta konflik yang berlangsung di Timur Tengah. Mahasiswa non-Muslim pun tertarik. Bahkan, ada pula mahasiswa yang merupakan veteran perang.

“Beberapa dari mereka mantan tentara yang pernah di Afghanistan atau Timur Tengah. Mereka kini ingin mengkaji Islam dengan benar,” kata Mehmet Ozalp, dosen studi Islam dan agama di Charles Sturt University, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (5/2).

Bagi Ozalp, perkembangan ini produktif. Studi Islam dan Arab yang saat ini marak di Australia melahirkan perspektif berbeda. Mahasiswa perlu mengetahui perspektif itu. Sangat penting pula bagi non-Muslim memahami pandangan dan sikap Muslim.

Tiga tahun lalu, Charles Sturt University membuka program sarjana di bidang studi Islam. Tahun depan, mereka berencana menawarkan program master untuk kajian Arab klasik. Saat ini, terdapat 340 mahasiswa studi Islam. Mayoritas berlatar belakang Muslim.

Menurut Ozalp, banyaknya generasi Muslim yang tertarik studi Islam menuntun mereka lebih memahami latar belakang dan budayanya. Ia menuturkan, mereka sangat serius. Namun, mereka enggan keluar Australia untuk mendalami studi Islam.

Banyak alasan yang mengemuka. Di antaranya, jelas Ozalp, mereka belum menguasai bahasa Arab. Alasan lainnya, ada potensi risiko yang bakal mereka hadapi ketika belajar di luar negeri. Karena itu, studi Islam di Australia kian bersinar.

Ozalp merupakan salah satu yang pertama di komunitas Muslim mengajarkan kajian Islam dalam bahasa Inggris. Ia yakin yang diajarkan mampu meredam persepsi buruk tentang Islam dan dunia Islam. “Ini mencegah munculnya ekstremisme dan radikalisme di Australia.”

Di sisi lain, Muslim telah mampu menciptakan peradaban gemilang, baik di ranah sains, teknologi, perdagangan, maupun tatanan hukum. Tak banyak orang yang mengetahui pencapaian-pencapaian ini. Studi Islam menjadi sarana mengungkapkannya.

Beberapa universitas lain juga membuka program studi Islam dan Arab. Tapi, tak semuanya menawarkannya untuk jenjang sarjana. Ada yang hanya kursus. Biasanya, mencakup budaya, sejarah, agama, sosial, dan politik dunia Islam serta Arab.

Lulusan studi Islam pun tak kalah menjanjikannya dibandingkan program studi lain. Alumni bisa menjadi dosen, layanan sosial, atau bidang hukum. Inilah alasan lain mengapa minat pada studi Islam terus membaik.

Di University of Western Sydney, misalnya, mahasiswa yang mendaftar pada studi ini hanya 60 orang. Itu terjadi pada 2008. Tapi, pada 2013, jumlahnya sudah naik berkali lipat, mencapai 200 mahasiswa. Dosen senior di universitas itu, Jan Ali, mengatakan ini mengagumkan.

PENGUMUMAN HASIL TES PSB SMP-SMA AL-IZZAH IIBS

7 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

PENGUMUMAN HASIL TES PSB SMP-SMA AL-IZZAH IIBS TAHUN AJARAN 2014-2015, juga bisa di download di : Silahkan Download Disini

Gelombang II ditiadakan karena kuota Gelombang I sudah tercukupi.

Apa yang Bikin Orang Barat Menjadi Muslim?

6 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

Islam bukan lagi menjadi agama asing di dunia Barat. Usai peristiwa 9 September, berbondong-bondong warga Amerika Serikat dan Eropa bersyahadat memeluk Islam.

Dikutip dari Onislam, Pada tahun 2009, sekitar 40.000 orang Inggris , 70.000 warga negara Prancis dan 100.000 orang Amerika Serikat menjadi Muslim. Jutaan lainnya mengikuti bersyahadat dari beragam profesi. Mulai pesepakbola, hingga politikus.

Sebenarnya, apa alasan di balik membludaknya warga Barat yang notabene penuh dengan materialisme untuk tertarik kepada spiritualisme Islam? Apa yang mereka lihat di dalam Islam yang membuat mereka memutuskan untuk menjadi Muslim? Apakah perang di Afghanistan dan Irak atau dukungan Barat untuk Israel mendorong warga Eropa untuk mengucap syahadat?

Ditulis dari Onislam, Orang-orang di dunia Barat telah masuk Islam untuk beberapa waktu. Cassius Clay alias Muhammad Ali, juara tinju dunia untuk kelas barat  sebanyak tiga kali, memeluk Islam pada tahun 1965.

Dia melukiskan perasaannya saat berhaji.  “Perasaan aku sambil berdiri di Gunung Arafat pada hari haji adalah yang paling unik. Aku merasa ditinggikan oleh suasana spiritual yang tak terlukiskan. Di sana, lebih dari satu setengah juta jamaah dipanggil Tuhan untuk mengampuni dosa mereka. Itu adalah pengalaman yang menggembirakan untuk melihat orang-orang milik berbagai warna, ras dan kebangsaan, raja-raja , kepala negara dan orang-orang biasa dari negara-negara sangat miskin semua berpakaian dalam dua lembar putih sederhana berdoa kepada Tuhan tanpa rasa baik kesombongan atau rendah diri. Itu adalah manifestasi praktis dari konsep kesetaraan dalam Islam.”

Sementara, Jemima Goldsmith, putri miliarder Inggris Sir James Goldsmith, memeluk Islam ketika baru berusia 21 tahun. Dia berkata, “Tampaknya bahwa kebahagiaan seorang wanita Barat yang sebagian besar bergantung pada klub malam, alkohol dan pakaian yang terbuka, dibandingkan dengan tidak adanya kebebasan dan kemewahan dalam masyarakat Islam yang  seperti dipandang sebagai pelanggaran hak-hak dasar nya. Namun, seperti yang kita semua tahu, fasilitas super (di barat) memiliki sangat sedikit hubungannya dengan kebahagiaan sejati.”

Setelah pencarian yang lama untuk makna dan kehidupan ketenaran, obat-obatan , dan rock ‘ n’ roll, Cat Stevens memeluk agama Islam.

Saat memeluk Islam, dia berkata, “Saya menyadari bahwa ini adalah agama yang benar. Agama dimana Barat tidak memahami itu. Bukan hanya terletak pada usia tua Anda. Kita harus mengikuti kehendak Tuhan (Allah ). Kemudian, kita bisa naik lebih tinggi dari malaikat.Hal pertama yang ingin saya lakukan sekarang adalah untuk menjadi seorang Muslim.”

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID, (Selasa, 04 Februari 2014, 06:36 WIB )

foto : google.com

 

Ujian Munaqasah metode bacaan UMMI

1 Februari 2014 by Al-Izzah in Berita

Al Izzah terus melakukan upaya peningkatan dalam sistem akademiknya, diantaranya dalam meningkatkan mutu bacaan sesuai standard metode UMMI.

Seperti pada akhir bulan Januari kemarin, atau tepatnya pada hari Jumat, 31 Januari 2014, bertempat di Mega Hall, seluruh santriwati kelas 9 tampak hadir dan fokus mengikuti ujian munaqasah. Dalam kegiatan tersebut, para santri harus mengikuti test berupa tahsinul qiraah yang meliputi beberapa poin, diantaranya fashahah, tajwid, gharib, dan hafalan.

Para penguji didatangkan langsung dari kru Ummi Malang yang berjumlah tujuh personal, kegiatan ini diikuti dari seluruh siswa kelas 9 SMP Al Izzah.

bunga munaqosah 1 munaqosah

Perkembangan Islam di Kanada

30 Januari 2014 by Al-Izzah in Berita


masjid canada
Sebagian besar Muslim Kanada lahir di luar negeri. Namun, kini terdapat peningkatan Muslim yang lahir di Kanada.

Diperkirakan 60 persen Muslim Kanada lahir di Kanada dan berimigrasi selama 20 tahun terakhir. Muslim telah tinggal di Kanada bahkan sebelum Konfederasi. Muslim pertama yang tercatat adalah imigran.

Agnes dan James Love berasal dari Skotlandia. Putra mereka, James Jr yang lahir pada 1854 merupakan Muslim pertama yang lahir di Ontario.

Pasangan Muslim lain, John dan Martha Simon pindah dari Amerika Serikat ke Kanada pada sekitar 1871. Sensus pertama yang dilakukan pada 1871 mencatat adanya 13 Muslim. Semuanya berasal dari Lebanon dan tinggal di barat Provinsi Alberta.

Masjid pertama di Amerika Utara, Al-Rashid, dibangun di Edmonton, Alberta pada 1938. Masjid ini dianggap sebagai bangunan bersejarah.

Saat ini, di setiap provinsi dan wilayah terdapat komunitas Muslim yang signifikan. Komunitas terbesar terdapat di Toronto dengan 250 ribu Muslim dan lebih dari 20 masjid.

Sebagian besar masjid berpartisipasi dalam acara Doors Open. Dalam acara ini, umat Islam Toronto mengundang masyarakat umum untuk datang ke masjid dan belajar lebih banyak mengenai Islam secara umum. Meski acara ini terjadwal, kunjungan di luar jadwal tetap diterima.

Islam menjadi agama yang perkembangannya sangat cepat. Hal ini terlihat nyata saat shalat Jumat di sebuah Islamic center di Saskatoon.

Pelaksanaan shalat Jumat terpaksa dibagi dua agar jalan-jalan tidak macet. Pejabat pemerintah daerah dan warga bekerja sama dengan Islamic center memecahkan persoalan tersebut. Misalnya, mencari lahan parkir bagi jamaah.

“Akhir-akhir ini kami mengalami persoalan tersebut. Kami perlu memperluas infrastruktur kami karena kebanyakan Islamic center sangat padat,” ujar Presiden Kongres Islam Kanada Amin Elshorbagy, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Statistik Kanada pada 2013, populasi Muslim tumbuh melebihi agama lain. Bahkan, menurut Survei Rumah Tangga Nasional, Islam tumbuh melebihi jumlah warga Kanada yang ateis.

Survei menunjukkan populasi Muslim berjumlah lebih dari satu juta dari total 33 juta populasi. Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat selama tiga dekade berturut-turut.

Badan Statistik Kanada memprediksi pada 2017 populasi Muslim akan meningkat 160 persen. Mayoritas Muslim Kanada bekerja di bidang perdagangan dan jasa. Bidang pekerjaan lain yang biasa dilakukan Muslim adalah bisnis, keuangan, administrasi, dan manajemen.

Jumlah Muslim yang banyak juga mendorong terbentuknya wadah bagi mereka. Di antara organisasi tersebut, antara lain, Kongres Islam Kanada (CIC) yang berbasis di Kitchener, Asosiasi Muslim Kanada (MAC) yang berbasis di Ottawa, Kongres Muslim Kanada (MCC) dan Lingkar Islam Amerika Utara (ICNA).

Organisasi-organisasi Muslim di Kanada ini memiliki sekolah, memberi pelatihan bagi pemuda-pemudi, dan menyelenggarakan acara komunitas lainnya.

Muslim Kanada hidup berdampingan dengan warga Kanada lainnya dengan damai. Kebebasan beragama dan mengekspresikan agama dijamin dalam Piagam Hak Asasi dan Kebebasan Kanada.

Karena itulah, Muslim Kanada tidak mengalami diskriminasi. Muslimah bisa dengan tenang memakai hijab karena penggunaan hijab diizinkan di sekolah dan tempat kerja. Namun, di Quebec perawat perempuan tidak diizinkan mengenakan hijab.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ani Nursalikah

foto : eramuslim.com

FOREIGN LANGUAGE DECLARATION

27 Januari 2014 by Al-Izzah in Berita

Kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Internasional di Al Izzah adalah kewajiban para santri,  para santri dituntut bisa menggunakan minimal 2 bahasa Internasional. Untuk mendukung program tersebut maka pada hari ini telah di laksanakan kegiatan Deklarasi Bahasa, yang di ikuti oleh seluruh santri di al izzah. Deklarasi Bahasa ini adalah dimana seluruh santri dan akademika al izzah telah sepakat untuk menggunakan komunikasi bahasa Internasional yaitu bahasa  inggris atau bahasa arab dalam berkomunikasi. Berikut isi dari deklarasi bahasa :

1. We are Al-Izzah students, realize the importance of using foreign language, especially English and Arabic.
2. We are Al-Izzah students, promise to communicate using English and Arabic during learning at school area.
3. We are Al-Izzah students, will be active to join and support English and Arabic programs at school.

Monday, 27 of January 2014
Al-Izzah International Islamic Boarding School

 

  Online Staff