UNAS Butuh “DUIT” Banyak, dan Membentuk Karakter Santri

                    Duit sangat dibutuhkan untuk memperlancar persoalan. Salah satunya  adalah Unas. Bahkan pemerintah tidak tanggung-tanggung menggelontorkan dana ratusan miliard rupiah untuk melaksanakan Unas tersebut. Mereka, kaum yang berpentingan tidak setuju Unas ditiadakan karena banyak ” duitnya”. Butuh “duit” Rp 587 Miliar untuk Ujian Nasional tahun 2013 (Sumber dtk/dion Rabu, 13 April 2011 12:59:12 WIB )

 

Selain “duit” Unas juga berdampak positif dalam membentuk sikap atau karakter bagi anak- anak. Khususnya siswa-siswi, baik SD, SMP, SMA sederajat. Sebagai contoh, mereka yang dulunya tidak taat atau tidak sopan kepada gurunya, akhirnya tawadluk dan menurut apa kehendak gurunya, selain itu yang dulunya malas ibadah, sodaqoh, berbuat baik, malas-malasan belajar, jadi semangat segalanya. Baik dari belajar, ibadah, do’a, serta giat dan semangat sodaqoh.

 

Bahkan mereka tidak gengsi atau malu meminta maaf kepada adik kelas, kakak kelas, guru, orang tua, atau bahkan kepada siapapun, sambil meminta doa supaya dimudahkan dan diberi yang lebih baik dalam mengerjakan soal Unas. Itulah sebagai bukti kalau Unas itu berdampak positif demi perilaku atau karakter siswa dan siswi.

 

Hal itu sering kita lihat di media baik cetak atau elektronik. Mereka rela mengeluarkan “duit “ banyak demi mendapatkan hasil yang maksimal sesuai harapannya.Selain itu dia juga rela bertindak di luar batas, seperti: Mendoakan pensilnya, datang ke ulama, atau bahkan ada juga yang datang ke “orang pinter’.Itu semua dia lakukan untuk menghilangkan kegundahan dalam menghadapi Unas.

 

Sebenarnya kita sebagai pendidik tidak perlu khawatir tentang diadakan atau tidaknya Unas.Yang penting kita menjalankan tugas dengan baik sesuai amanatnya masing-masing ke kita.Selain itu biarkan mereka anak didik kita berusaha untuk meraih suksesnya.Jika kita sebagai pendidik sudah menjalankan tugasnya dengan baik maka tidak akan ada kekawatiran. Sebab kita sudah punya perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hasil dengan baik.

 

Jika itu yang kita lakukan maka, biarkan pemerintah merencanakan, atau menjalankan programnya.Ada tidaknya unas tidak jadi masalah bagi kita, karena sudah membekali anak didik dengan baik untuk menghadapi permasalahan yang ada di zamannya. Jika Unas itu tetap ada maka, kita tetap menghadapi dan menyelesaikanya dengan baik.

 

Sudah tak terhitung berapa banyak “DUIT” yang dia keluarkan untuk kesuksesan Unas tahun 2013 ini. Diantaranya Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal atau disingkat “DUIT”. Hal itulah yang dilakukan santri SMP Al Izzah angkatan ke-5 untuk menghadapi UNAS 2013. Acara itu dilaksanakan di Bakti Alam Pasuruan, yang diisi langsung oleh direktur Al Izzah-Ustadz H. Ali Imron M.Ag. Semua usaha sudah dilakukan, akhirnya Terserah Allah SWT yang memberikan. Allah sudah memberikan kita yang terbaik, sekarang tinggal kita yang berusaha sekuat tenaga untuk meraih Sukses dan Mendapat yang Terbaik.Semua itu yang terbaik buat hambaNya.(ono)

 

Album Foto Lihat Disini