Integrasikan Al Qur’an, Ilmu Pengetahuan, dan Pengalaman

1

Kamis,3 November 2016 Siswa kelas X SMA Al Izzah Batu mengadakan study komparasi. Study tersebut diadakan di Wisata Petik Madu pukul 09.00 – 11.00 WIB, Pocari Sweat pada pukul 13.00 – 15.30 WIB, dan Bapkpao Telo pukul 17.00 – 18.00 WIB.

Agenda tersebut dilaksanakan dalam rangka menambah pengetahuan, pengalaman, nan integrasi pembelajaran yang ada di dalam Al Quran ke dalam lingkungan.  Di acara tersebut diharapkan siswi mampu dan tahu tentang proses pengolahan madu, pembuatan Pocari Sweat mulai awal hingga proses selesai.

2

Agenda pertama dilakukan di petik madu. Petik Madu merupakan objek destinasi wisata dan sarana belajar.  Berdasarkan pengamatan pada  waktu dan tanggal yang terlampir, kelas kami mendapatkan penjelasan tentang jenis-jenis lebah, pembagian koloni lebah, waktu pemanenan, dan kualitas madu yang baik.

Pertama, kami diberitahu ada beberapa jenis lebah pada genus Apis. Jenis yang pertama adalah Mellifera, ini adalah jenis lebah Afrika unggul (produksi madunya lebih banyak) dan termasuk lebah jinak. Kemudian Cerana, lebah ini adalah spesies lebah lokal Indonesia-Asia yang waktu produksinya kurang lebih satu bulan. Sementara jenis Trigona, adalah lebah yang ukurannya lebih kecil dan tidak memiliki sengat. Jenis lebah ini memiliki kualitas madu yang paling bagus dan paling mahal harganya.

3

Kemudian, kami diberitahu tentang koloni yang beranggotakan ratu, pejantan, dan pekerja. Pada umumnya, ratu berusia 4-6 tahun berwarna sedikit lebih merah dan panjang. Ratu bisa bertelur sebanyak ratusan hingga ribuan telur semasa hidupnya. Ratu hanya menggunakan sengatnya untuk ratu pesaing yang masuk ke daerahnya. Sementara pejantan, yang rata-rata hidupnya hanya selama 60 hari, bertugasnya hanya untuk membuahi sang ratu sebanyak 0-5%. Dan setelah pejantan selesai membuahi mereka akan mati. Sedangkan pekerja, masa hidupnya hanya selama 45 hari. Tugasnya cukup banyak, melindungi koloninya, membuat sarang dan makanan, juga merawat larva-larva yang akan tumbuh.

Banyak sekali pelajaran yang telah disampaikan oleh bapak Pembina. Termasuk cara memanen madu, membuat ratu, dan juga pengolahan madu beserta manfaatnya. Kami diajak untuk membuat cetakan jari dari lilin lebah. Kemudian mencicipi madu dari sarang lebah langsung dan juga berfoto bersama lebah.

Agenda berikunya pabrik Pocari Sweat ( PT. Amerta Indah Otsuka ) di Pasuruan, Jawa Timur. Sesampainya di Pocari Sweat, kami diberitahu beberapa peraturan yang harus kami taati. Seperti tidak boleh mengambil foto tanpa izin, menyebrang melalui zebra cross yang ada, dan berjalan maksimal dua orang pada jalur yang ditentukan.  Sebelum masuk ke gedung produksi, kami sempat berfoto dahulu di depan gedung. Suasananya begitu tenang dan nyaman. Lapangan dan tanamannya terawat dengan baik. Setelah berfoto, kami masuk ke dalam gedung, kami diberi Pin biru bertuliskan “Pocari Sweat”, kemudian kami diarahkan petugas untuk menuju lantai dua, dan disana, kami diberi sebotol sample minuman Pocari Sweat.

4

Pada pukul 13.30, kami diarahkan untuk masuk ke Diversity Hall. Kami duduk dengan rapi di atas bantalan kursi yang telah disediakan. Kemudian, kami diberi presentasi tentang beberapa materi atau informasi mengenai sejarah diciptakannya Pocari Sweat. Acara presentasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang menjawab segala keingintahuan kami maupun guru-guru yang ikut serta.

Pada pukul 15.00, kami diajak berkeliling pabrik untuk melihat proses pembuatan minuman Pocari Sweat. Mulai dari, pembuatan bakal botol atau yang biasa disebut perform, yang menggunakan bahan dasar biji resin. Kemudian dilanjutkan ke tahap peniupan bakal botol dengan suhu tinggi untuk membentuk botol yang digunakan sebagai botol minuman Pocari Sweat. Ketiga adalah tahap pengisian cairan minuman ke dalam botol secara higienis. Berikutnya, botol yang telah diisikan minuman, ditutup dengan tutup botol secara rapat dan sempurna.

5

Pada tahap kelima, botol yang telah ditutup, dicek dengan mesin secara otomatis, yang kemudian, jika botol tidak tertutup dengan sempurna, botol akan langsung disingkirkan dari jalur yang semestinya, menuju ke box kuning yang telah disediakan. Selanjutnya, botol yang sudah ditutup dan dicek kerapatannya, diberi label yang sudah didesain sedemikian menariknya agar pembeli tertatik, kemudian dicetak label best before di botol tersebut. Ketujuh, botol yang telah melewati berbagai macam uji kelayakan, dikemas ke dalam kardus tanpa bantuan tangan manusia.

Kardus-kardus yang sudah siap, terlebih dahulu, dicek kembali di laboratorium untuk memastikan bahwa minuman tersebut aman untuk dikonsumsi. Setelah 7 hari, minuman-minuman yang sudah dipastikan keamanannya, siap untuk didistribusikan kepada konsumen-konsumen di seluruh Indonesia.

Setelah kami mengamati proses pembuatan Pocari Sweat yang canggih tersebut, kami diarahkan untuk turun kembali ke lobby. Disana, kami mendapat bingkisan berisi 3 botol minuman Pocari Sweat.

Kemudian pada pukul 16.00, kami kembali ke bus untuk pulang menuju asrama kami tercinta, Al-Izzah. Dan berakhirlah pengamatan kami pada hari itu, di Petik Madu dan Pabrik Pocari Sweat.(Aktif/O2/Andy)