Kampung sapi…. I’m Coming!

kampung sapi 1

Selasa, 21 Februari 2017. Santri Al Izzah kelas 8 mengadakan studi wisata ke Kampung Sapi. Kampung Sapi terletak di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Wisata Batu.

Tempat wisata ini berbasis sapi perah, yang memelihara, mengolah, memproduksi, mendistribusi, dan menjual. Pendiri Kampung Sapi adalah Abah Di’i dan dilanjutkan oleh dr.Dedi Bachrudin Kurniawan. Abah Di’i mendirikan Kampung Sapi pada tahun 2007, lalu pada tahun 2009 beliau menjadikannya peluang untuk belajar bagi peternak sapi. Namun, lambat laun Kampung Sapi tidak hanya diramaikan oleh peternak. Para pelajar dan masyarakat sekitar ikut meramaikan tempat itu. Maka dr.Dedi Bachrudin Kurniawan menjadikan kampung sapi sebagai tempat wisata.

Pukul 09.00, angkutan umum berjejer rapi di halaman sekolah. Para santri sibuk mempersiapkan diri. Nampaknya mereka terlihat semangat sekali. Tidak butuh waktu yang lama untuk berangkat hingga sampai di tempat tujuan.

Kampung Sapi bukanlah tempat yang membosankan. Di sana kami diberi  pengetahuan tentang sapi. Bagaimana sapi berkembang biak, tumbuh hingga hidup. Santri Al-Izzah terlihat sangat antusias ketika seorang guidtour menjelaskan. Tidak hanya satu dua orang yang bertanya. Berbekal alat tulis kami sibuk mendengar dan mencatat. Sesekali menyentuh unjung kepala hewan ternak itu kemudian tertawa geli. Lebih geli lagi ketika setiap dari kami mencoba langsung memerah susu sapi. Mendengar kata biogas seperti suatu hal yang biasa saja. Namun, di sini kami diajari langsung bagaimana cara mengolah feses sapi menjadi gas metan. Gas metan itu dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar kompor atau biasa disebut elpigi.

Tidak hanya kandang yang kami dapati. Kampung sapi menyediakan kantin dan toko yang menjual produk-produk olahan mereka. Mungkin, berbelanja menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh santri kelas 8. Mulai dari susu sapi, yogurt, mug, sampai kaus.

Studi wisata kali ini diadakan dengan banyak latar belakang. “Studi wisata kali ini, Ustadzah adakan dengan banyak latar belakang. Mulai dari peduli terhadap alam sekitar dan makhluk Allah. Peduli pada ciptaan Allah seperti peduli kepada sapi, kita harus merawat sapi dan menjaganya. Karena sapi binatang yang banyak manfaat, dengan begitu santri kelas 8 dapat menerapkan school culture peduli pada sesama. Kemudian, kemandirian santri diasah dengan cara pengolahan susu yang dapat dijadikan pelajaran berbisnis dan berharap setiap santri memiliki jiwa enterpreneur”.

Studi wisata ini tidak hanya untuk bersenang-senang atau bermain-main, tetapi untuk belajar. Seperti kata Ustadzah Nana, salah satu guru SMP Al Izzah “Kita jadi tahu pemanfaatan biogas. Sehingga hemat energi. Tahu produk olahan susu, sehingga banyak mengetahui aneka produk susu yang paling kita minati sebagai peluang usaha yang juga kita minati”. Namun, pembelajaran ini tidak mengurangi kesenangan santri sedikit pun. Santri tetap bisa bersenang-senang dan berbelanja. “Karena disini kita juga bisa belajar bagaimana cara merawat sapi dan mengolah susunya. Juga sebagai refreshing, jarang-jarang kan santri Al Izzah keluar pondok” ujar Sabrina Maulida, salah satu santri kelas 8 saat diminta untuk menyampaikan pendapatnya.

Tidak lepas dari  kuasa Allah. Mulai dari hal yang sederhana, seperti sapi saja. Setiap inci dari sapi, mulai dari daging, kulit, tulang, tenaga, dan susu dapat memberi manfaat. Seperti yang diutaraka oleh Ustadah Ana, salah satu Murobiyyah yang ikut mendampingi santri kelas 8 dalam acara ini. “Kita bisa mengenal, memahami dan mengerti tentang ciptaan Allah”  ‘  L.Sultanah dan Fathimah Az Zahra (VIII-B)