Halaqoh Bersama Ustad Syukur Menjadi Mualimin dan Murobby yang Bijak

ustd syukur

Apa yang diajarkan, disampaikan oleh guru sebaiknya dimulai dari diri sendiri. Di dalam pengajaran dan pendidikan sebaiknya bisa mengantarkan murid menjadi takut atau bertaqwa kepada Allah. Hal tersebut juga tercantum dalam Tujuan Pendidikan Nasional yaitu menjadikan manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di dalam pembelajaran seperti kimia, fisika, biologi sebaiknya juga dikorelasikan bisa membuat siswa khosyah kepada Allah. Hal tersebut bisa mengantarkan siswa seperti yang tertera dalam Al Quran ayat 191 yang artinya. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

ustd syukur 2

Seorang pendidik atau pengajar bagaikan seorang pengembala, menjadi teladan, dan sabar. Keteladanan di sini tidak hanya lisan melainkan dari perbuatan atau tingkah laku. Itu terjadi karena keteladanan melalui perbuatan lebih mengena dibandingkan lisan. Keteladan tersebut berasal dari apa yang disimak dan di dengar baik di ligkungan rumah maupun di sekolah. Hal tersebut yang membentuk karakter atau sifat siswa.

ustd syukur 3

Seorang pendidik juga harus bijak menenpatkan sesuatu pada tempatnya. Penempatan ini bisa melalui lisan maupun tindakan. Pendidik di dalam mendidik sebaiknya bisa memberikan keteladanan yang langsung dikerjkan atau di amalkan serta bisa memberikan wawasan kepada siswa ke depan. Melalui lisan ucapan baik dan buruk yang kita sampaikan menjadi multi level pahala atau dosa. Hal tersebut yang disampaikan oleh Ustadz Syukur di agenda tausiah kubro yang diadakan di Masjid Graha Aulya  LPMI Al Izzah. Agenda tersebut dilaksanakan di hari Sabtu mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai yang diikuti oleh semua dewan guru Al Izzah Batu.