Indonesia Milik Umat Islam

 

tausiah

Sebagaimana Visi Al Izzah 2020 yaitu “ Menjadi Pesantren Modern Inspirasi Kebangkitan Umat Islam Indoensia ” segenap tim Kesiswaan dan Kepesantrenan SMP-SMA Al Izzah berkolaborasi menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertemakan “ Indonesia Milik Umat Islam ”. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kepribadian santri yang berjiwa juang tinggi dan pantang menyerah dalam perannya sebagai generasi penerus Rasulullah SAW. Menyiapkan kader militan yang saling bersatu dalam ukhuwah Islamiyah, saling ber-fastabiqul khoirot memperjuangkan kebangkitan Islam.

Adapun rangkaian kegiatannya, sebagai berikut :

Sabtu pagi, 15 Agustus 2015. Seluruh santri melaksanakan sholat duha di masjid kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan (opening ceremonial) yang berisi pemaparan rangkaian kegiatan, salam perjuangan oleh Ustad Ali Imron, M. Ag, pembacaan school culture, salam generasi muslimah yang berupa orasi dari santri SMA bertema kondisi Indonesia saat ini. Pembacaan the young muslim promise, salam generasi mujahidah dari santri SMP bertemakan Harapan Indonesia ke Depan. Pembacaan lima janji setia dan ditutup dengan orasi salam generasi mujahidah dan keteladanan pahlawan Islam.

Pukul 10.00 wib, dilanjutkan dengan perlombaan Misi Gerilya Penyelamatan Indonesia. Ba’da ashar, Ustad Ali Imron kembali mengobarkan semangat juang para santri agar menjadi mujahidah tangguh sehingga mampu berkontribusi besar dalam misi perjuangan Islam melalui tausiyah akbar di lapangan apel Al Izzah.

Pada hari Ahadnya pada pukul 03.00 wib, santri melaksanakan sholat tahajud di Mega Hall  yang kemudian dilanjutkan dengan renungan “ muhasabah ” kondisi terjajahnya Indonesia sehingga melahirkan semangat juang tinggi dengan meneladani semangat dakwah Rasulullah SAW. Kebangkitan Islam akan Allah anegerahkan kepada kita jika kita sungguh-sungguh berjuang. Keyakinan yang kuat akan janji Allah inilah yang seharusnya membangkitkan ruh perjuangan dalam diri untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Islam. Bagi umat di segenap penjuru dunia. Cita-cita mengembalikan kejayaan Islam haruslah menjadi cambuk bagi generasi muda agar tidak terlena dengan kesibukan mengejar prestasi dunia.

Pukul 08.00 wib, semangat berfastabiqul khoirot juga begitu terasa di area lapangan apel dan Hall Terbuka (HTB) Al Izzah. Bertempat di lapangan apel, santri mempersembahkan tampilan variasi baris-berbaris yang begitu apik. Rapi dan teratur, dengan yel-yel misi bertema perjuangan Islam. Seperti salah satunya kelompok kelas 8 “ Qistina Al Fawwaz ( Qurrotu Aini, Islam the First, Nur Alami ) yang menyuarakan jargon berbahasa Arab “ 1 arah menuju kehidupan Islam ”. Alhamdulillah.. semoga melalui perlombaan ini semakin meningkatkan jalinan ukhuwah Islamiyah sehingga semakin kompak dalam upaya perjuangan Islam.

Suasana semangat juga kental menyelimuti para peserta lomba Penyelamatan Indonesia yang berupa game logika mempertahankan telur agar tidak pecah dan strategi memindahkan air dengan kain sarung agar tidak tumpah. Pada intinya lomba ini diharapkan dapat memupuk strategi jitu dalam berjuang di jalan-Nya. Pada saat ini kita tengah diserang dalam bentuk serangan pemikiran  “ ghazwul fikr “ yang begitu berbahaya untuk melanggengkan keistiqomahan umat menegakkan syariat.

Perlombaan lainnya yang tidak kalah seru adalah lomba mengenal pejuang Islam yang teknisnya seperti permainan EatBulaga dan lomba menulis surat untuk para pemimpin, di mana santri yang terbaik suratnya akan dikirimkan kepada Presiden, Menteri Pendidikan, Diknas Kota Batu dan Walikota Batu.

Senin, 17 Agustus 2015. Penutupan rangkaian kegiatan bertempat di Mega Hall, yang sebelumnya dimulai dengan sholat duha di masjid. Pada acara penutupan ini, setelah pengumuman pemenang lomba, santri mempersembahkan drama bertema perjuangan.  Ba’da magrib nanti insyaAllah akan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustad Faqih. Sehingga benar-benar diharapkan melalui terselenggarnya kegiatan ini, mampu melahirkan generasi berkualitas penerus estafet perjuangan dakwah Rasulullah SAW, khulafaur rasyidin dan seluruh pejuang Islam terdahulu.

“ Perkara ini ( Islam ) akan merebak ke segenap penjuru yang ditembus malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun baik gedung maupun gubuk melainkan Islam akan memasukinya sehingga dapat memuliakan agama yang mulia dan menghinakan agama yang hina. Yang dimuliakan adalah Islam dan yang dihinakan adalah kekufuran. “ (HR. Ibnu Hibban)