NATIVE BUT NOT REAL NATIVE

Di hari sabtu yang cerah, Al-Izzah kedatangan tamu spesial yang cukup membuat heboh para santriwati kelas 7. Native Speaker atau ‘BULE’ yang datang menyapa santriwati bukanlah bule seperti pada umumnya yang berambut pirang, mata biru, tinggi besar atau ciri bule lainnya. Yang datang kali ini cukup berbeda karena mereka adalah Korea Amerika dan juga Korea Kanada.. ya mereka keturunan Korea yang kemudian pindah dan tinggal di Amerika dan juga di Kanada. Apalagi dengan demam K-Pop maka santriwati kelas 7 berebut untuk berfoto dengan mereka di akhir acara. Kedatangan mereka ke kampus Al-Izzah untuk memenuhi undangan dari Divisi Pengembangan Bahasa Asing yang bertujuan untuk memberikan motivasi dan mengajarkan para santriwati hal-hal menarik dari pembelajaran bahasa inggris. Bertempat di Mega Hall gedung Attoyya para santriwati belajar dan bermain bersama. Berbagai pertanyaan yang keluar dari para santriwati ditanggapi dan dijawab dengan antusias oleh para bule tersebut. Yang cukup membuat anak-anak tertawa adalah ketika mereka mencoba berbicara dengan bahasa Indonesia tapi dengan logat kental korea. Bahkan ketika mereka perkenalan dengan menggunakan bahasa korea para santriwati langsung menyambutnya dengan heboh disertai tepuk tangan. Sebuah testimoni dari Mrs. Jonah tentang anak-anak kelas 7 adalah mereka rata-rata sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa inggris dengan baik. Mereka perlu latihan lebih banyak dalam hal berkomunikasi. Mereka sudah berada di lingkungan belajar yang baik dengan program pembinaan bahasa asing yang sudah terpola.

Di hari sabtu yang cerah, Al-Izzah kedatangan tamu spesial yang cukup membuat heboh para santriwati kelas 7. Native Speaker atau ‘BULE’ yang datang menyapa santriwati bukanlah bule seperti pada umumnya yang berambut pirang, mata biru, tinggi besar atau ciri bule lainnya. Yang datang kali ini cukup berbeda karena mereka adalah Korea Amerika dan juga Korea Kanada.. ya mereka keturunan Korea yang kemudian pindah dan tinggal di Amerika dan juga di Kanada. Apalagi dengan demam K-Pop maka santriwati kelas 7 berebut untuk berfoto dengan mereka di akhir acara. Kedatangan mereka ke kampus Al-Izzah untuk memenuhi undangan dari Divisi Pengembangan Bahasa Asing yang bertujuan untuk memberikan motivasi dan mengajarkan para santriwati hal-hal menarik dari pembelajaran bahasa inggris. Bertempat di Mega Hall gedung Attoyya para santriwati belajar dan bermain bersama. Berbagai pertanyaan yang keluar dari para santriwati ditanggapi dan dijawab dengan antusias oleh para bule tersebut. Yang cukup membuat anak-anak tertawa adalah ketika mereka mencoba berbicara dengan bahasa Indonesia tapi dengan logat kental korea. Bahkan ketika mereka perkenalan dengan menggunakan bahasa korea para santriwati langsung menyambutnya dengan heboh disertai tepuk tangan. Sebuah testimoni dari Mrs. Jonah tentang anak-anak kelas 7 adalah mereka rata-rata sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa inggris dengan baik. Mereka perlu latihan lebih banyak dalam hal berkomunikasi. Mereka sudah berada di lingkungan belajar yang baik dengan program pembinaan bahasa asing yang sudah terpola.

Menanggapi hal tersebut maka Divisi Pengembangan Bahasa Asing sudah merencanakan program lanjutan untuk terus mewadahi dan mengembangkan kemampuan bahasa asing para santriwati Al-Izzah. InshaAllah rencana program Native masuk dan mengajar di kelas bisa segera terwujud sehingga anak-anak bisa menambah ilmu dan wawasan Bahasa Inggris langsung dari sumbernya yaitu Native English. Seperti dari pepatah “Belajar yang baik adalah belajar langsung dari sumbernya “