Projadi SMA, Penyuluhan Kesehatan Bersama dr. Zata

projadi sma

Kondisi kota Batu yang dingin dan memiliki kelembaban udara yang tinggi, rentan mengundang berbagai macam penyakit bagi santri baru yang harus beradaptasi dari lingkungan yang berbeda. Untuk mengantisipasi hal tersebut, hari Kamis, 4 Agustus 2016, masih dalam rangka kegiatan Projadi (Program Jati Diri Insan Robbani)  untuk santri baru SMA Al-Izzah Batu, panitia mendatangkan seorang dokter umum untuk melakukan penyuluhan tentang kesehatan wanita.

Beliau adalah dr. Zata Dini, yang bersemangat memberikan motivasi dan informasi-informasi untuk menjaga kesehatan para santri baru SMA Al-Izzah. Dokter yang merupakan alumni FK Udayana Bali ini memulai dengan penyajian umum mengenai bagaimana cara menjaga kesehatan  lalu dilanjutkan dengan acara tanya jawab bersama santri baru. Pertanyaan-demi pertanyaan yang dilontarkan santri baru, dijawab dengan memberikan umpan balik kepada santri yang bertanya, sehingga santri sadar dengan sendirinya tentang penyebab sakit yang dipertanyakan. Beliau juga memberikan saran-saran untuk melakukan pencegahan terhadap sakit-sakit yang ditanyakan para santri.

projadi sma 2

Mulai dari kesehatan wanita sehari-hari, dari sinusitis hingga ada yang ingin lebih tinggi, dari skoliosis hingga BAB berdarah, bahkan cara diet hingga ada yang ingin gemuk, semua pertanyaan dan keluhan santri dibahas oleh dokter yang saat ini bertugas di RS UMM Malang ini dengan baik. Acara yang dipandu oleh ustadz Yudi ini berhasil memberikan banyak masukan kepada para santri untuk menjaga kesehatan diri lebih baik. Cara mengatur pola hidup yang sehat, mulai dari cuci tangan untuk membunuh bakteri dan virus, menggunakan perlengkapan pribadi jangan saling tukar, serta pentingnya mengonsumsi buah dan sayur.

penyerahan

Pesan yang paling penting dari dr. Zata untuk santri SMA Al-Izzah yang hidup di lingkungan pesantren adalah rutin berolahraga. Sebagai remaja putri yang hidup dengan jadwal yang padat, olahraga sering terlupakan. Hal ini yang membuat kondisi kesehatan para santri rentan memburuk.  Berat badan meningkat dapat memperburuk kondisi jantung. Beliau menyarankan untuk minimal skipping (lompat tali) atau sit up 50 kali tiap hari untuk menjaga kesehatan cardio (jantung).  Jika jumlah denyut jantung permenit menjadi lebih sedikit, maka latihan ini dapat dikatakan berhasil. Semoga kegiatan ini bisa membawa perubahan yang baik tentang pola hidup sehat santri SMA Al-Izzah, amiin (Yud).