Ukhuwah Competition: Persaudaraan Untuk Kejayaan Islam

ukuwah kompetisi

Al-Izzah-(11/3) Ujian Tengah Semester telah selesai. Santri kelas 7 dan kelas 8 sedang melaksanakan Ukhuwah Competion di lapangan parkir Al-Izzah. Kegiatan  yang  dirancang oleh para DPO dan dibantu beberapa santri kelas 7 tersebut, berlangsung dengan seru dan meriah. Kegiatan  ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antara santri kelas 7 dan kelas 8 sekaligus untuk me-refresh pikiran setelah UTS.

Kegiatan diawali pukul 07.00 dengan agenda shalat dhuha dan membaca asmaul husna di masjid. Pelaksanaan salat dhuha dan asmaul husna ini bertujuan untuk menambah keimanan santri. Selain itu, dengan adanya sholat dhuha,kita dipermudah dalam urusan apapun.

Setelah itu, santri langsung diarahkan menuju lapangan  parkir barat Al-Izzah. Lalu diatur oleh DPO untuk duduk berbaris sesuai kelas, untuk sejenak mendengarkan pembukaan acara yang diisi oleh Ustazah Nova Hida Wahyuningtyas. Ustazah Nova menjelaskan pentingnya mempererat ukhuwah islamiyah.

Selesai mukaddimah dari ustazah Nova, DPO menjelaskan pelaksanaan games pertama yang akan dimainkan, yaitu Sepatu Aladdin. Games  ini dibuat untuk membentuk kelompok.  Ketika pembuatan kelompok, ada beberapa santri yang agak kesal, karena disuruh bergandengan tangan. Setiap kelompok terdiri dari kurang lebih 8 santri (4 santri kelas 7 dan 4 santri kelas 8) ,dan diketuai oleh santri kelas 7. Kelompok-kelompok ini dibuat untuk memainkan games selanjutnya , yaitu kursi goyang dan simpul manusia.

Permainan kursi goyang adalah masing-masing kelompok  membentuk lingkaran kecil dan sempit,lalu saling duduk-menduduki antar santri. 10 detik bertahan agar tidak jatuh, 10 detik lagi badan harus digoyang-goyangkan dan tetap tidak boleh jatuh .Tujuan dari games ini adalah agar benar-benar tidak ada batas antara kelas 7 dan kelas 8. “Bukan benar-benar tidak ada batas,tapi benar-benar membuat pegal.” Komentar salah satu santri.

Istirahat sebentar,lalu dilanjutkan ke permainan ketiga.Yaitu simpul manusia. Di setiap kelompok, masing-masing orang harus menutup matanya , lalu memegang tangan temannya (setiap tangan harus memgang tangan orang yang berbeda). Lalu,ketika membuka mata,setiap kelompok harus membuat lingkaran utuh tanpa melepas gandengan tangannya. Sebenarnya,games ini lebih merujuk ke Problem Solving , pemecahan masalah bersama-sama. Pendapat santri tentang game ini“ Agak rumit, karena  lebih merujuk ke Problem Solving.”

Setelah permainan ketiga, santri diberi waktu istirahat yang cukup lama. Dan istirahat berakhir ketika TOA sudah berbunyi, pertanda semua santri harus berkumpul di sumber suara. Seluruh santri duduk berbaris sesuai kelas. Banyak yang mengira acara sudah selesai. Ternyata,semua santri dimarahi oleh DPO karena susah diatur. Bahkan ada salah satu DPO yang menangis. Lalu,seluruh santri disuruh untuk menutup mata dan merenungi perbuatan mereka.

Splash! Ketika para santri menutup matanya,  sebuah lontaran plastic berisi air mengenai beberapa santri. Seluruh santri tergejolak, mereka langsung heboh, berlari ke sana kemari, seluruhnya berhamburan, bingung harus kemana agar tidak terkena air. Para santri yang tidak tahu akan ada ‘penyerangan’ dari DPO yang ada di atas,langsung kesal dan marah-marah sendiri. Apalagi yang bajunya sudah basah terkena air.

Selesai peristiwa ‘penyerangan’ tersebut,para santri disuruh duduk berbaris kembali. Semua DPO meminta maaf karena telah ‘marah-marah’. Tiba-tiba banyak santri yang membalas serangan  DPO. Canda tawa menghias siang yang terik. Karena sudah gerimis, santri mengakhiri permainan tersebut, walau beberapa santri tetap melempar serangan air. Akhirnya, ‘lempar-melempar’ yang telah berganti menjadi ‘siram-menyiram’ tersebut diakhiri, karena Ustazah Nova sudah bersiap di depan untuk mengisi penutupan.

Saat penutupan, Ustazah Nova sedikit berpesan agar santri kelas 7dan kelas 8 tetap rukun dan menjaga kekompakan. Kegiatan diakhiri pukul 12.30 siang dengan salat duhur bersama. Semoga tahun depan tetap ada acara ini.

PENULIS: Nadya Kamaliya Syakira (Nadya/8A) dan Raissa Rana Fathimah (Raissa/8A)