Ujian 15 Juz Sekali Duduk

kota Batu- Ujian tahfidz 15 juz sekali duduk yang dilaksanakan Pesantren Al Izzah menjadi inspirator sekolah tahfidz di Indonesia. Ujian tersebut dilaksanakan di Graha Aliyah Al Izzah mulai pukul 07.30 WIB  hingga selesai. Belvatilda Jenidan Mudjiono menjadi inspirator awal ujian tahfidz yang bisa memberikan rahmatan lil alamin.

Hal tersebut disampaikan oleh Bapak Supriyadi, kasi pembinaan Madrasah (PeMa) sekaligus mantan kasi Pontren dan KaIs Kemenag Kota Batu dalam pembukaan Ujian tahfidz 15 juz sekali duduk santriwati Belvatilda. Bapak Supriyadi juga menyampaikan bahwa dengan Al Quran mempermudah semua ilmu pengetahuan yang bisa dikembangkan. Selain itu hafalan Al Quran ini sangat membantu kantor Kemenag untuk menjaga kemurnian Al Quran.

Selain itu dengan memiliki hafalan Al Quran, yang bersangkutan akan memakaikan mahkota cahaya, pakaian dari perhiasan, dan dapar Ridlo dari Allah di hari kiamat. Selain itu di dunia yang bersangkutan dapat peluang beasiswa kuliah di dalam dan luar negeri terbuka luas.

Niatan menghafalkan Al Quran dan ujian ujian tahfidz 15 juz sekali duduk harapannya bisa dijalani dengan ikhlas, jangan semata karena sesuatu apalagi pujian, murni menjaga kalamullah, ungkap Ustadz, Maftuhin Ahmadi, M.Pd selaku Direktur pendidikan LPMI Al Izzah. Selain itu Bapak Mudjiono selaku orang tua mengungkapkan bahwa, Al Quran ini bisa membentengi diri dan tetap istiqomah di jalan dakwah melalui Al Quran. Belvatilda sendiri mengungkapkan bahwa Ujian tahfidz 15 juz sekali duduk membuat yang bersangkutan merasa takut, dan khawatir tidak bisa melaksanakan dengan baik.