
Ujian Terbuka 15 Juz & Tematik Al Qur’an Mahad Al Izzah IIBS
Ketika Ayat-Ayat Allah Menjadi Cahaya Perjalanan Santri
Pada hari yang penuh keberkahan itu Rabu, 03 Desember 2025 /12 Jumadil Akhir 1447 H, Mahad Al Izzah IIBS kembali diselimuti suasana haru dan kebanggaan. Ujian Terbuka 15 Juz & Tematik Al Qur’an tahun ini bukan hanya menjadi sebuah momentum akademik, tetapi juga perjalanan ruhani yang meneguhkan tekad dan kecintaan para santri kepada Kitabullah.

Lima santri terbaik memberikan yang paling berharga dari diri mereka: hafalan yang dijaga dengan air mata, kedisiplinan, dan doa yang tiada henti. Di hadapan para masyayikh, pembina, guru, dan orang tua, mereka menghadapi rangkaian ujian yang luar biasa menantang namun sarat keberkahan.
Mereka adalah:
- Hanifa Hadaina Suroso – Gresik
- Kayla Alvita Maharani – Makassar
- Gresya Indriana Salsabilla – Bali
- Shaqiela Luthfia Azzahra – Medan
- Himma Izzani Khalisa – Sangatta
Tiga Tahapan Ujian yang Menguatkan Jiwa
1. Tasmi’ 15 Juz Sekali Duduk
Salah satu momen paling menggetarkan adalah ketika para peserta menuntaskan tasmi’ 15 juz sekali duduk. Suasana hening, penuh kekhusyukan—semua hadirin menyimak lantunan ayat demi ayat yang mengalir tanpa terputus.
Setiap huruf yang terucap adalah bukti dari riyadhah panjang: bangun sebelum subuh, muroja’ah di antara lelah, hingga malam-malam yang diisi doa agar Allah menjaga hafalan mereka.

2. Ujian Sambung Ayat (Mutashil & Munqathi’)
Pada tahap ini, para santri ditantang menyambung ayat dari berbagai tempat dalam mushaf, secara acak dan spontan.
Di sinilah ketenangan hati dan ketajaman hafalan benar-benar diuji. Sebagian hadirin terlihat tak kuasa menahan haru ketika para santri mampu menjawab sambungan ayat dengan mantap dan yakin.

3. Ujian Tematik Al Qur’an
Tahap terakhir menguji pemahaman: bukan hanya hafal, tetapi menangkap makna.
Para santri menjawab pertanyaan seputar tema-tema Al Qur’an—tentang adab, tauhid, akhlak, kisah para nabi, hingga ayat-ayat yang berkaitan dengan kepemimpinan dan keteladanan.
Di sini, terlihat jelas bahwa Al Qur’an telah menjadi bagian dari cara mereka berpikir, merasa, dan memandang kehidupan.

Para Penguji: Cahaya Ilmu & Keteladanan
Ujian ini dipandu oleh para tokoh yang membawa integritas dan kebijaksanaan:
- Syekh Ali Sholeh Ali Makki dari Eritrea,
yang dengan ketelitian seorang hamilul Qur’an, menguji hafalan dan makhraj para santri dengan penuh kelembutan namun tegas. - Pembina Mahad Al Izzah, Dr. KH. Ali Imron, MA,
yang menguji kemampuan hafalan dan pemahaman tentang kandungan al Qur’an serta tak henti menekankan bahwa menghafal Qur’an adalah kehormatan, namun mengamalkannya adalah maqam yang jauh lebih mulia. - Para Orang Tua,
yang menjadi saksi paling emosional.
Ada yang berzikir pelan sambil menahan tangis, ada yang tak berkedip mendengarkan bacaan putrinya—seolah mengingat seluruh perjalanan sejak pertama kali mereka memulai hafalan.

Lebih dari Sekadar Ujian—Ini Adalah Perjalanan Hati
Setiap lantunan ayat adalah cerita:
tentang sabar yang tumbuh diam-diam,
tentang doa yang tak pernah terputus,
tentang guru yang setia membimbing,
dan tentang anak-anak yang memilih jalan berbeda:
jalan yang dituntun oleh cahaya Al Qur’an.

Mahad Al Izzah IIBS kembali membuktikan bahwa membangun generasi Qur’ani bukan sekadar target akademik, tetapi pembentukan hati, akhlak, dan kepemimpinan.
Semoga Allah menjaga hafalan mereka, mengokohkan niat mereka, dan menjadikan mereka generasi yang membawa cahaya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk umat.

Barakallahu fikum.
Hari ini mereka lulus ujian.
Tapi sejatinya inilah awal dari perjalanan panjang menjadi penjaga Kalamullah.








